News

Andi Arief Ancam Dedek Prayudi, Ada Apa Nih?

Andi Arief mengancam bakal mencari tahu kediaman mantan jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi.


Andi Arief Ancam Dedek Prayudi, Ada Apa Nih?
Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat (Twitter/andiarief__)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengancam bakal mencari tahu kediaman mantan jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi.

Andi Arief menyebut Uki -sapaan akrab Dedek Prayudi- tidak tahu diri.

Anak satu ini sudah bloon ngga tahu diri. Tunggu aja gue cari kediamannya. Gak sulit-sulit amat. Jangan salahin kalau gue memilih street justice,” tulis Andi Arief sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @AndiArief_ pada Senin (14/6/2021).

“Nanti sudah kaya Ninoy baru ngejerit. Biar nanti terserah dia mau cari back up siapa,” sambung Andi Arief.

Lantas apa yang membuat Andi Arief begitu terganggu dengan sosok Uki?

Rupanya, Andi Arief tampak tidak senang dengan Uki karena fotonya ketika terjerat kasus narkoba kembali diedarkan. Mengingat, pada 2019 Andi pernah ditangkap polisi karena narkoba.

Sementara, Uki mengunggah foto Andi Arief sebagai balasan untuk merespons sindiran politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana yang menyebutnya baru mengakui bahwa kondisi keuangan negara sedang sulit.

"Tumben @uki23 ngakuin keuangan negara lagi sulit. Habis mabok apa loe?" tulis @panca66.

Membalas itu, Uki kemudian mengunggah foto Andi Arief sampai-sampai yang bersangkutan (Andi Arief) tersinggung dan membuat ancaman.

Postingan Andi Arief mendapat beragam komentar dari warganet. Banyak warganet yang mengkritisi unggahan Uki.

"Apa hubungannya lu kasih gambar kayak gitu, respon aja bung panca," ujar pengguna akun Twitter @KsatriaRinjani.

"Aneh, gak ada AA dikolom komentar ko malah diserang, rabun ya dek?" kata pengguna akun Twitter @AbuMuhHafiz.

Di sisi lain, ada warganet yang menilai unggahan Andi Arief merupakan ancaman bagi Uki. 

"Wow. Ini kan bisa disebut mengancam keselamatan orang lain? Wadu," tulis pengguna akun Twitter @Dew0W1snu.

"Premanisme verbal seperti ini harus dihadang dengan crowd control dan mekanisme penegakan hukum yang semestinya. Negara dan masyarakat gak boleh kalah. @DivHumas_Polri," kata pengguna akun Twitter @aryobimmo.[]