Ekonomi

Ancaman Krisis Ketahanan Pangan Hingga Perubahan Iklim Akibat Geopolitik Rusia dan Ukraina!

perlunya tindakan untuk mengatasi potensi terjadi krisis ketahanan pangan sebagai dampak dari perang di Ukraina


Ancaman Krisis Ketahanan Pangan Hingga Perubahan Iklim Akibat Geopolitik Rusia dan Ukraina!
Perang Rusia-Ukraina (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan perlunya tindakan untuk mengatasi potensi terjadi krisis ketahanan pangan sebagai dampak dari perang di Ukraina.

Menurutnya perang dan tindakan yang terjadi saat ini adalah pemicu kenaikan harga komoditas energi dan pangan.

" Oleh karena itu, jika tidak diantisipasi secara dini maka akan menimbulkan krisis pangan bagi negara-negara miskin dan rentan yang kapasitas fiskalnya terbatas," ujar Sri Mulyani saat menjadi panelis pada acara Tackling Food Insecurity: The Challenge and Call to Action, bersama dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat, Managing Director IMF, Presiden Bank Dunia, dan Presiden IFAD.

baca juga:

Sementara itu, dirinya juga mendorong kepada para pembuat kebijakan untuk terus memperkuat pemulihan ekonomi yang tangguh dan inklusif.  Kemudian mengatasi dampak buruk pandemi dan melakukan tranformasi untuk mengatasi tantangan serta peluang perubahan iklim dan pemanfaatan teknologi digital.  

Di dalam acara tersebut MD IMF mengungkapkan bahwa perekonomian global sedang mengalami goncangan geopolitik dan menghadapi konsekuensi dari tidakan yang diterapkan dalam merespon kondisi geopolitik dimaksud.

Negara-negara emerging menghadapi efek limpahan (spillover) yang lebih luas, antara lain terjadinya gangguan perdagangan internasional, kenaikan harga komoditas, termasuk pangan dan energi, meningkatnya jumlah pengungsi dan isu humanitarian. Tantangan ini menjadi sangat signifikan mengingat dunia masih dalam upaya memperkuat prospek pertumbuhan ekonomi global.

Dengan isu dan tantangan yang sedang dialami oleh negara-negara baik maju, berkembang, miskin bahkan rentan, lagi-lagi Sri Mulyani selalu mengharapkan bahwa peran G20 harus tetap sebagai forum ekonomi internasional yang mampun untuk mengatasi isu-isu strategis dan kritis melalui upaya kolektif dan terkoordinasi.

Hal tersebut disampaikan olehnya ketika menghadiri pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Brazil dan Argentina, mereka pun mendukung penuh kepada Presidensi G20 Indonesia untuk mencapai target deliverablesnya, termasuk dalam penanganan dampak krisis geopolitik, masalah kesehatan global, pandemi, perubahan iklim, dan stabilitas keuangan internasional.

Dalam pertemuan koalisi para Menteri keuangan untuk perubahan iklim menyampaikan mengenai penetapan harga karbon internasional agar lebih seimbang dengan mempertimbangkan kapasitas masing-masing negara.