Ekonomi

Ancaman Inflasi Menjulang Hingga Resesi Global Mencuat, Gimana Nasib Saham Asia?

Saham Asia naik tipis pada Selasa pagi karena data ekonomi yang positif dan petunjuk meredanya ketegangan China dan AS


Ancaman Inflasi Menjulang Hingga Resesi Global Mencuat, Gimana Nasib Saham Asia?
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Saham Asia naik tipis pada Selasa pagi ini, karena data ekonomi yang positif dan petunjuk meredanya ketegangan China dan AS yang menawarkan beberapa kelonggaran untuk aksi jual baru-baru ini. Meskipun kekhawatiran terus-menerus tentang resesi global dan inflasi yang tinggi menahan sebagian besar pembeli.

Melansir dari Reuters, Selasa (5/7/2022), Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang (.MIAPJ0000PUS) naik 0,3 persen, setelah menghapus sebagian dari kenaikan di pagi hari.

Indeks telah turun 16 persen sepanjang tahun ini, karena kekhawatiran bahwa bank sentral di seluruh dunia akan mendorong ekonomi ke dalam resesi guna memecahkan inflasi hingga membuat investor berlari mencari perlindungan.

baca juga:

Sebuah survei yang menunjukkan aktivitas layanan China pada laju tercepat dalam hampir satu tahun juga membantu sentimen. 

Semalam, Wall Street Journal melaporkan Biden sedang mempertimbangkan untuk menurunkan beberapa tarif impor China dalam upaya memperlambat inflasi.

Saham China, bagaimanapun, bergejolak, dan menyerahkan keuntungan awal mereka, dengan blue chips (.CSI300) terakhir turun 0,6 persen. 

Ada juga data positif dari Jepang di mana aktivitas sektor jasa negara itu berkembang pada laju tercepat dalam lebih dari delapan tahun pada bulan Juni karena pelonggaran pembatasan virus corona mendorong sentimen di antara bisnis seperti di bidang pariwisata, membantu Nikkei (.N225) naik 0,8 persen. 

Di sisi lain, mengacu pada pertumbuhan global dan dinamika inflasi, Wong Saxo Markets mengatakan pelaku pasar masih menilai dampak tarik ulur antara inflasi yang terus meningkat dan tanda-tanda yang menunjukkan potensi resesi AS yang akan datang. 

Kekhawatiran itu tengah menghantui Korea Selatan, di mana inflasi Juni melaju ke laju tercepat sejak krisis keuangan Asia. Seiring dengan ekspektasi bank sentral dapat memberikan kenaikan 50 basis poin untuk pertama kalinya.