News

Analisa Peta Sebaran Audiens Tiga Gubernur: Anies Punya Basis Pendukung yang Besar, Tapi Juga Serangan yang Masif

Analisa Peta Sebaran Audiens Tiga Gubernur: Anies Punya Basis Pendukung yang Besar, Tapi Juga Serangan yang Masif
Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria bersepeda (Facebook Anies Baswedan)

AKURAT.CO, Kemarin sore diselenggarakan kajian online Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial tentang Dinamika Baru Elektoral Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Prabowo Subianto, dan sejumlah tokoh.

Lembaga Drone Emprit and Media Kernels Indonesia yang didirikan oleh Ismail Fahmi kebagian menganalisis big data untuk melihat apakah ada jawaban atas pertanyaan tentang why dari hasil survey polster sebelumnya.

Dari survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia yang dirilis 9 Juni 2020  didapatkan hasil yang dalam bhasa jurnalistiknya: Ganjar dan Ridwan Kamil Melesat, Anies Baswedan Turun Drastis. 

baca juga:

Sedangkan kalau diterjemahkan dalam bahasa statistik, hasil survei itu menyebutkan: naik turunnya Anies dan Ganjar masih dalam margin of error 2,9 persen. Ridwan Kamil naik di atas margin.

Menurut analisa pengamat politik, salah satu kunci penting tunjukkan kinerja melalui media sosial. Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan kenaikan itu salah satunya karena Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo berhasil menggunakan media sosial dalam menunjukkan kinerjanya.

Bagaimana hasil pengamatan menggunakan big data dengan sumber berita online, Twitter, FB, IG, dan YouTube?

Hasil analisa Drone Emprit menyebutkan: Anies Baswedan paling populer (64 persen), Ganjar Pranowo nomor dua (19 persen), dan Ridwan Kamil paling rendah (17 persen).

Sedangkan tingkat disukai atau favorabilitas mereka bagaimana? Tingkat favorabilitas diukur dengan rumus sederhana: Favorabilitas = Sentimen Positif – Sentimen Negatif.

Hasil analisa Drone Emprit menunjukkan Ridwan Kamil berada di posisi tertinggi (54 persen), Ganjar Pranowo posisi kedua (53 persen), beda tipis dengan Ridwan Kamil, sementara Anies Baswedan 
terendah (31 persen), cukup jauh dari ketiga kepala daerah lainnya.

Dalam grafik popularitas versus favorabilitas, siapa yang berada di titik paling kanan dan paling atas memiliki peluang besar untuk: dipilih. Namun itu bukan satu-satunya ukuran. Karena artis yang sangat terkenal, sangat disukai, belum tentu akan dipilih untuk jadi presiden, kata Ismail Fahmi dalam akun Twitternya.

Secara umum ada korelasi antara tingginya percakapan dengan banyaknya audiens yang terlibat. Misalnya bisa dilihat dari jumlah percakapan dan audiens Anies Baswedan versus kedua gubernur lainnya.

Namun, kata Ismail Fahmi, ada yang berbeda. Meski Ridwan Kamil lebih banyak audiensnya (42 ribu vs 36 ribu), ternyata  Ganjar Pranowo yang lebih banyak dibicarakan (109 ribu vs 93 ribu). Artinya, audiens Ridwan Kamil lebih pasif dibanding audiens Ganjar Pranowo yang lebih aktif.

Untuk memahami bagaimana peta sebaran audiens dari ketiga gubernur tersebut, dan siapa yang cenderung positif atau negatif terhadap setiap tokoh, menggunakan peta SNA yang visual dan mudah dipahami.