Tech

Analis: Operator di Indonesia Perlu Hapus Spektrum 2G/3G untuk Penggunaan 4G/5G

Migrasikan 3g-only users ke 4G dapat menguntungkan Indonesia


Analis: Operator di Indonesia Perlu Hapus Spektrum 2G/3G untuk Penggunaan 4G/5G
China jadi pelopor jaringan 5G di dunia (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Dalam rangka mempercepat transformasi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum lama ini melelang spektrum 30MHz pada pita frekuensi 2.5 GHz. Tujuan dari pelelangan tersebut untuk melengkapi kebutuhan teknologi 4G dan mulai menerapkan teknologi 5G. 

Untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan penggunaan pita frekuensi yang tersedia, operator di Indonesia mulai memperbaharui bagian dari pita 800 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, dan 2100 MHz untuk 4G.

Meskipun begitu, operator masih bergantung pada pita 900 MHz dan 1800 MHz untuk menyediakan 2G dan 2100 MHz untuk menyediakan 3G demi mendukung sebagian pengguna. Apabila pita frekuensi tersebut dapat digunakan untuk layanan 4G, pengalaman seluler di Indonesia akan meningkat, karena jaringan 4G dan 5G lebih efisien dalam menggunakan kapasitas spektrum dibandingkan dengan teknologi lama 2G dan 3G. 

Analis OpenSignal, Hardik Khatri berpendapat operator di Indonesia perlu menghapus spektrum 2G dan 3G untuk penggunaan 4G/5G.

"Standar dari teknologi terbaru dapat mendukung kecepatan yang lebih cepat, penggunaan data yang lebih banyak, bertambahnya pengguna pada pita MHz yang sama dibandingkan dengan 2G dan 3G," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Ia menyebut migrasikan 3g-only users ke 4G dapat menguntungkan Indonesia. Data milik OpenSignal menunjukkan adanya kesenjangan pengalaman pengguna jaringan seluler antara pemakai 3G dan 4G. 

"Berdasarkan analisis kami, alasan utama pengguna tidak merasakan manfaat 4G karena mereka tidak berlangganan, bukan karena jangkauan 4G," imbuhnya.

Seiring dengan kemajuan Indonesia menuju 5G, sebut Hardik, operator di Indonesia akan mendapatkan manfaat jika pengguna melakukan migrasi dari 3G ke 4G dan memperbarui pita spektrum 2G/3G ke layanan 4G. 

"Hal itu akan membantu mempercepat  penyebaran jaringan 4G dan 5G yang dapat menjembatani kesenjangan digital di Indonesia, serta meningkatan pengalaman pengguna secara keseluruhan, dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi yang positif," pungkasnya.