Tech

Analis CrossFire Ungkap Kekuatan Lawan Timnas Indonesia di SEA Games 2021

Nomor pertandingan Cross Fire akan diikuti oleh 4 negara, yaitu Vietnam, Laos, Filipina, dan Indonesia.


Analis CrossFire Ungkap Kekuatan Lawan Timnas Indonesia di SEA Games 2021
Tim Cross Fire akan bertanding pada 21 – 22 Mei 2022 dengan menggunakan sistem double-elimination. (garudaku.com)

AKURAT.CO, Pertandingan Esports di nomor Cross Fire akan menghadirkan partai keras meskipun hanya diikuti oleh 4 negara.

Tim tuan rumah sendiri akan bertanding melawan tim Laos. Sementara tim Indonesia bakal menantang Filipina untuk di pertandingan pertamanya. 

Analis Tim Cross Fire, Bambang Tri Utomo atau yang akrab disapa Tommy memberikan gambaran peta kekuatan para peserta.

baca juga:

Menurutnya Vietnam tetap akan menjadi pesaing kuat.

Selain faktor tuan rumah, Vietnam juga menampilkan permainan cepat yang kerap menyulitkan tim lawan.

"Dari dua percobaan scrim latihan dengan Vietnam kita sudah mempelajari beberapa titik-titik krusial mereka. Mulai dari strategi yang mereka pakai (bermain cepat) yang bisa dibilang sangat menguntungkan untuk tim Indonesia, yang sangat disiplin dari awal Pelatnas. Kuncinya adalah fokus dan disiplin," jelas Tommy, dilansir dari laman Garudaku.

Sementara itu, Filipina yang akan menjadi lawan Indonesia di pertandingan pertama, menurut Tommy bukan tim sembarangan.

Indonesia dan Filipina sendiri bisa dibilang musuh bebuyutan di ranah Esports. Kedua negara saling berlomba dan mengalahkan dalam scene Esports internasional.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa FIlipina merupakan tim yang sejak awal sudah scrim latihan dengan tim Indonesia.

Pada awal Pelatnas jujur saja skor Indonesia kalah jauh saat bertemu dengan Filipina.

Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin padunya anggota skuad, Indonesia bahkan sudah bisa memenangi beberapa map dan roung-round krusial. 

"Jadi nanti di SEA Games kita tinggal beradu skill on-the-spot dan LAN Mentalitas, karena Ketika bertemu di LAN skill saja sudah tidak menjadi jaminan bisa peroleh kemenangan," ujar Tommy.

Menurutnya, negara terakhir, Laos juga tak bisa dianggap enteng. Pasalnya, dengan tidak pernah terdengar ikut serta dalam kompetisi Cross Fire, membuat Laos seperti tim misterius yang berpotensi menjadi batu sandungan negara lain. 

"Laos situasinya mirip dengan tim Indonesia. Di mana Laos saat ini tidak ada publisher untuk game Cross Fire, namun mereka tetap ikut bertanding, bandingkan dengan negara lain yang masih ada CF-nya tapi urung ikut serta.

Selama ini tim Cross Fire Indonesia sudah sering ikut CFS tapi belum pernah mendengar atau bertemu dengan tim Laos. Tapi kita tetap akan mewaspadai mereka," tutur Tommy.

Untuk tim Cross Fire sendiri akan bertanding pada 21 – 22 Mei 2022 dengan menggunakan sistem double-elimination.[]