Lifestyle

Anak Tak Lulus SBMPTN, Coba Lakukan Ini Untuk Bangkitkan Semangatnya

Coba lakukan ini, supaya ayah bunda bisa membangkitkan semangat lagi anak untuk gapai kampus impiannya setelah tak lulus SBMPTN


Anak Tak Lulus SBMPTN, Coba Lakukan Ini Untuk Bangkitkan Semangatnya
Ilustrasi SBMPTN (Shutterstock)

AKURAT.CO, Hasil seleksi Ujian Tes Berbasis Komputer (UBTK) pada Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 telah resmi diumumkan pukul 15.00 WIB, Senin, (14/6) kemarin.

Tentu, ada yang tak lulus. Ia pasti sedih, kecewa, malu dan galau. Ia juga tak bisa masuk ke universitas yang dia inginkan.

Daripada ayah bunda hanya diam saja dan tak tahu harus berbuat apa, coba lakukan beberapa hal ini supaya bisa membangkitkan semangatnya kembali.

Jadi teman curhat

Ketika anak sudah dapat menata emosinya kembali setelah tahu dirinya tak lulus SBMPTN, usahakan Ayah dan Bunda bisa mendengarkan keluh kesahnya.

Ia mungkin akan menangis, itu wajar. Siapa yang tak sedih kalau kesempatan menggapai impiannya hilang? Biarkan ia mengeluarkan semua unek-unek di hatinya, agar lebih lega.

Saat ia mengeluarkan unek-uneknya, jangan salahkan dia atas kegagalannya. Setelah merasa lebih baik, hindari topik mengenai kegagalan SBMPTN itu agar ia tak sedih lagi.

Ajak anak melepas stres sejenak

Ketika dia tak lulus SBMPTN, ajaklah untuk melepaskan stres sejenak. Bisa dengan makan di tempat makan favoritnya, menonton film di bioskop atau pergi ke tempat hiburan, berekreasi, agar perasaannya menjadi lebih baik.

Buatlah peraturan, bahwa selama jalan-jalan ini, kalian tidak boleh membicarakan hal yang terkait dengan SBMPTN. Jika dibicarakan, jalan-jalan tak akan ada manfaatnya.

Bantu dia memikirkan langkah berikutnya

Ada banyak jalan menuju Roma. Tak lulus SBMPTN tak berarti menghentikan langkah untuk melanjutkan pendidikannya.

Setelah melepas stres, ayah bunda bisa membantunya mencari jalan baru menuju universitas idaman ataupun jurusan idamannya. Sebab setelah SBMPTN, masih ada ujian mandiri PTN dan ada pula ujian universitas swasta.

Selanjutnya, bantu dia menemukan alternatif universitas lain yang memiliki jurusan idamannya. Atau jika ingin memilih untuk ikut SBMPTN pada tahun berikutnya, Ayah dan Bunda bisa membantunya untuk merencanakan studi ataupun kegiatan mereka selama masa menunggu itu. Tugas orangtua di sini adalah untuk menunjukkan bahwa mereka masih memiliki harapan dengan bantuan orangtua.

Beri dukungan

Setelah dia memiliki rencana baru, hal terpenting yang bisa dilakukan orangtua adalah membantunya melewati masa transisi dengan baik.

Sebab pada masa transisi ini, banyak teman-temannya bakal mengunggah kegiatan di kampus impian mereka, di media sosial. Saat ia merasa terpuruk lagi, hadirlah di sisinya untuk selalu mendukungnya dan yakinkan dia bahwa tak lulus SBMPTN satu kali bukanlah kiamat baginya.[]