Lifestyle

Anak Mendengkur, hati-hati Sleep Apnea

Rata-rata, hanya satu dari 10 anak yang mendengkur, dan itu tidak selalu menunjukkan masalah serius.


Anak Mendengkur, hati-hati Sleep Apnea
Ilustrasi anak sedang tidur (parents.com)

AKURAT.CO, Hampir setengah dari semua orang dewasa pernah mendengkur. Namun, kondisi ini tidak begitu umum pada anak-anak. Menurut ahli telinga hidung tenggorokan (THT) anak Brandon Hopkins, MD., rata-rata, hanya satu dari 10 anak yang mendengkur, dan itu tidak selalu menunjukkan masalah serius.

Penyebab paling umum dari mendengkur pada anak-anak berkaitan dengan hidung tersumbat (obstruktif) atau bengkak, dan masalah di jaringan tenggorokan.

“Pada anak-anak, amandel dan kelenjar gondok yang besar sering menjadi sumber jaringan besar di tenggorokan dan menyebabkan dengkuran,” kata Dr. Hopkins.

Meski begitu, ada penyebab lain yang tidak boleh diabaikan. Berikut AKURAT.CO rangkum masalah lain yang dapat menyebabkan anak mendengkur, Senin, (27/9/2021).

  • Alergi.
  • Infeksi tenggorokan.
  • Asma.
  • Septum menyimpang (ketika tulang rawan membagi saluran hidung tidak merata, meninggalkan satu sisi lebih sempit).
  • Sleep apnea.

Adapun anak-anak yang kelebihan berat badan dan anak-anak yang lahir prematur lebih cenderung mendengkur. Selain itu, mendengkur juga lebih sering terjadi pada anak-anak yang memiliki:

  • Gangguan kraniofasial (seringkali dari cacat lahir seperti langit-langit mulut sumbing atau bibir sumbing, atau dari trauma).
  • Kelainan genetik tertentu (seperti down sindrom).
  • Beberapa gangguan neuromuskular (seperti cerebral palsy dan distrofi otot).
  • Penyakit sel sabit.

Jika anak terus-menerus mendengkur, segera konsultasikan dengan dokter. Pasalnya, ini bisa menandakan sleep apnea. Dr. Hopkins menjelaskan bahwa sleep apnea dapat memengaruhi pertumbuhan anak, baik perkembangan emosional maupun fisik.

Sleep apnea dapat menyebabkan kelelahan di siang hari sehingga produktivitas menurun, serta menciptakan masalah konsentrasi atau perhatian. Jika kondisi ini dibiarkan dan lebih parah akan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. 

"Ini tidak umum pada anak-anak. Pasa saat sleep apnea sudah parah, itu dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi jantung dan paru-paru," kata Dr. Hopkins.

Berikut ciri-ciri sleep apnea pada anak : 

  • Anak mendengkur hampir setiap malam dalam seminggu.
  • Kamu sering mendengarnya mendengkur di malam hari.
  • Dengkurannya sangat bising
  • Anak secara rutin tidur dengan mulut terbuka, dan dagu atau leher diluruskan.
  • Kamu mendengar anak berhenti mendengkur atau terengah-engah saat tidur.

Sebelum kunjungan ke dokter, mulailah membuat jurnal tidur Si Kecil. Amati dan catat kebiasaan tidur anak , mulai sekitar satu jam setelah dia tidur.

“Lacak berapa malam dalam seminggu dengkuran terjadi dan apakah itu sering terjadi, atau hanya sesekali, pada malam hari,” saran Dr. Hopkins.[]