Lifestyle

Anak Masih Ngompol? Coba Ikuti Tips ini Mom

Anak kecil masih yanf sering mengompol kerap membuat orang tua jengkel


Anak Masih Ngompol? Coba Ikuti Tips ini Mom
Cara menghilangkan kebiasaan ngompol anak (SHUTTERSTOCK)

AKURAT.CO  Sekitar 40 persen anak usia tiga tahun masih mengompol, atau secara medis dikenal dengan istilah enuresis. Para ahli sendiri belum mengetahui dan mengerti mengapa ada anak yang terus mengompol dan yang lain tidak. Namun, mereka menduga hal ini berhubungan dengan perkembangan anak.

Terkadang kandung kemih anak tidak cukup berkembang untuk menyimpan urin sepanjang malam. Atau anak belum menguasai kemampuan untuk mengenali kapan kandung kemihnya penuh, bangun sendiri, dan pergi ke kamar mandi.

Charles Kwon, MD, ahli nefrologi anak mengatakan bahwa mengompol bukanlah masalah besar sampai anak berusia tujuh tahun. 

"Ketika anak lebih tua dari usia tujuh tahun dan masih mengompol, kamu mungkin ingin berbicara dengan dokter perawatan primer atau ahli nefrologi anak atau ahli urologi. Masalah mendasar biasanya adalah kandung kemih yang belum matang," kata Kwon, dikutip AKURAT.CO dari Cleveland Clinic, Sabtu (31/7/2021). 

“Ketika saya bertemu seorang anak yang mengompol, kemungkinannya adalah anak laki-laki dua kali lipat. Dia biasanya datang tanpa masalah medis lainnya,” kata Dr. Kwon.

Dr. Kwon mengatakan orang tua biasanya kesal karena ini adalah masalah yang berkelanjutan – dan semua orang perlu tidur. Jadi, jika Mom ingin menghentikan anak mengmpol, cobalah ikuti tips berikut ini. 

  • Perhatikan waktu untuk minum. Tingkatkan asupan cairan di pagi hari dan kurangi di kemudian hari. Ingat, Mom hanya mengatur jadwal Si Kecil untuk minum, bukan mengurangi asupan air putihnya. 
  • Buat jadwal buang air kecil untuk anak. Misalnya, Mom bisa meminta anak untuk buang air kecil setiap dua hingga tiga jam dan tepat sebelum tidur. Ya, usahakan agar anak tidak minum selama 1-2 jam sebelum tidur.
  • Pastikan anak buang air kecil sebelum tidur. Ini harus menjadi salah satu hal terakhir yang dilakukan anak sebelum tidur.
  • Jangan beri Si Kecil minuman yang mengandung kafein, seperti cola, teh dan kopi. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa semua ini dapat mengiritasi kandung kemih sehingga membuat Si Kecil lebih sering buang air kecil
  • Mengutip Parents, sembelit menjadi penyebab umum masalah kandung kemih. Ini mempengaruhi sekitar sepertiga anak-anak yang mengompol. Saat rektum diisi dengan feses yang keras, kantung kemih akan tertekan sehingga memicu ngompol di malam hari. Jadi, cobalah perhatikan kebiasaan Buang Air Besar (BAB) anak. Jika jarang, mungkin anak mengalami sembelit. Untuk mengatasi hal ini, Mom bisa meningkatkan asupan cairan dan serat.
  • Buat catatan tentang 'kalender mengompol' dengan anak. Itu akan membantu Mom untuk mengetahui penyebab kebiasaan mengompol Si Kecil. 
  • Jadilah penyemangat. Buat anak merasa senang dengan kemajuan dengan secara konsisten menghargai kesuksesan.

Hal-hal yang tidak boleh Mom lakukan saat anak mengompol:

  • Jangan membangunkan anak untuk buang air kecil. Secara acak membangunkan seorang anak di malam hari dan meminta mereka untuk buang air kecil sbukan jawaban untuk masalah ini. Itu hanya akan menyebabkan gangguan tidur. 
  • Jangan menghukum Si Kecil. Itu bukan kesalahannya. Menghukum dan memarahinya hanya akan memperburuk kebiasaan mengompol Si Kecil. 

    Perlu diingat bahwa sekitar 15 persen anak usia lima tahun atau lebih benar-benar berhenti mengompol setiap tahun. Tetapi beberapa anak masih mengompol dari waktu ke waktu hingga usia 10 atau 12 tahun.

    Sebagian besar anak usia sekolah yang mengompol di malam hari mengalami apa yang disebut dokter sebagai enuresis primer.  Mereka tidak pernah memiliki kontrol atas kandung kemih mereka malam hari. Riwayat keluarga juga berperan atas masalah ini. Jadi, jika Mom mengompol saat kecil, jangan heran bila Si Kecil juga melakukannya.

    Terkadang anak yang sudah berhenti akan mulai mengompol lagi. Ini mungkin dipicu oleh stres keluarga atau masalah sekolah. Pada masa remaja, atau jauh lebih awal, hampir semua anak yang mengompol telah sukses mengatasi masalah tersebut, dan hanya satu persen atau kurang yang masih mengalami masalah.[]