Ekonomi

Anak Buahnya Kompak Resign Massal, Elon Musk Akhirnya Perbolehkan untuk WFH

Anak Buahnya Kompak Resign Massal, Elon Musk Akhirnya Perbolehkan untuk WFH
Logo Twitter dan foto Elon Musk ditampilkan melalui kaca pembesar dalam ilustrasi yang diambil Kamis (27/10) (Reuters/Dado Ruvic)

AKURAT.CO Setelah banyak karyawan Twitter yang di PHK dan resign massal karena Elon Musk perintahnya untuk dapat bekerja dengan intensitas tinggi, akhirnya orang terkaya di dunia itu mengalah dengan melonggarkan mandat bekerja di kantor.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (18/11/2022), pilihan tersebut dikeluarkan oleh Musk setelah karyawan yang dipecat olehnya diganti dengan yang baru, dan karyawan baru tersebut diperbolehkan untuk bekerja dari jarak jauh. Manager yang bertanggung jawab atas kinerja mereka pun menjanjikan bahwa timnya bisa memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan.

Selain memperbolehkan untuk WFH, Musk juga bertemu dengan beberapa karyawan tingkat tinggi di perusahaan. Musk meyakinkan mereka untuk tetap bekerja dan tinggal di perusahaan. Informasi tersebut didapat dari karyawan yang baru saja resign dari Twitter.

baca juga:

Sebagaimana untuk diketahui, sejak adanya ultimatum yang dikeluarkan oleh Elon Musk untuk bekerja dengan intensitas tinggi, banyak para karyawan hingga para pengguna Twitter memperkirakan platform sosial media ini akan tumbang dalam hitungan hari.

Pengguna Twitter pun banyak yang memperkirakan hal tersebut dan meramaikan lini masa, setidaknya saat ini trending topic di lini masa Twitter dipenuhi oleh tagar #RIPTwitter dan #GoodByeTwitter

Bukan tanpa sebab, tawaran Musk untuk bekerja di Twitter ini banyak dikeluhkan oleh para karyawan sendiri. Musk memberikan dua pilihan kepada karyawannya, apakah tetap tinggal dengan beban kerja tinggi, atau pergi dari kantor untuk selamanya.

Nampaknya, para karyawan Twitter memilih untuk pergi dan banyak yang mengatakan dari mereka bahwa pilihan tersebut adalah jalan terakhir.

Kepergian mereka menyisakan 3.000 karyawan Twitter yang tetap tinggal di perusahaan. Buntut dari kelakar ini menjadikan perusahaan yang sudah resmi punya Musk ini harus menutup kantor, dan bahkan seorang karyawan yang masih bekerja dalam kantor pun harus diusir secara paksa.

Lebih lanjut, banyak karyawan yang setuju untuk mengambil pengunduran diri dan mengambil opsi untuk pergi dari Twitter. Dalam jajak pendapat anonim, sekitar 42 persen dari 180 responden di Twitter setuju untuk keluar. 

Sedangkan seperempat dari yang lainnya memilih untuk tetap, dan hanya 7 persen dari peserta jajak pendapat mengatakan mereka untuk tetap bekerja. []

Sumber: The Guardian, Reuters