Ekonomi

Anak Buah Menko Airlangga Beberkan Tugas Berat GCRG, Apa Saja Ya?

Sesmenko: GRCG juga berupaya untuk mengevakuasi warga negara Ukraina dari Mariupol secepatnya, dengan menyediakan bantuan kemanusiaan


Anak Buah Menko Airlangga Beberkan Tugas Berat GCRG, Apa Saja Ya?
Sekretaris Kemenko Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso dalam diskusi ekonomi secara daring di Jakarta, Jumat (16/7/2021). (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, konflik geopolitik yang terjadi telah mengakibatkan krisis multidimensi, terutama pada sektor pangan, energi dan keuangan.

Menurut Susiwijono, Global Crisis Response Group (GCRG) akan mengemban tugas-tugas yang berat untuk merekomendasikan solusi dan mengurangi dampak buruk secara objektif dan netral, serta untuk semua pihak termasuk pihak-pihak yang sedang berkonflik.

“GRCG juga berupaya untuk mengevakuasi warga negara Ukraina dari Mariupol secepatnya dengan membuka perbatasan negara-negara tetangga dan menyediakan bantuan kemanusiaan,” jelasnya.

baca juga:

Lebih lanjut, Susiwijono menekankan pentingnya diversifikasi rantai pasokan ke sumber-sumber alternatif, dan pembangunan kapasitas kolektif untuk negara-negara yang terkena dampak. Sebagai pengekspor gas alam terbesar di dunia dan pengekspor minyak terbesar kedua di dunia, sanksi yang diterapkan kepada Rusia menyebabkan kenaikan harga energi secara signifikan.

"Negara-negara yang bergantung pada bahan bakar fosil, berjuang untuk menemukan sumber energi karena adanya sanksi ekonomi. Krisis mendorong kebutuhan yang mendesak, untuk penyediaan pasokan yang berkelanjutan dan percepatan transisi energi," tuturnya.

Lebih lanjut, terhadap isu keuangan global, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mendiskusikan cara untuk mengurangi risiko tinggi dari debt distress, terutama yang dihadapi oleh negara-negara berkembang dan negara berkembang berpenghasilan rendah, termasuk yang terkait dengan Inisiatif Penangguhan Layanan Utang (Debt Service Suspension Initiative).

“Ketiga isu yang dibahas tersebut juga akan menjadi agenda prioritas pada Presidensi G20 Indonesia tahun ini. Working Group G20 yang relevan dengan isu-isu tersebut, akan melakukan sinkronisasi dan mensinergikan concrete deliverables-nya dengan program-program GCRG,” ungkapnya.

Sekedar informasi, pertemuan Pertama tingkat Sherpa dari Global Crisis Response Group (GCRG) telah diselenggarakan secara virtual pada hari Jumat malam tanggal 13 Mei 2022. Pertemuan dipimpin oleh Deputi Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed, dan dihadiri oleh para Sherpa GCRG dari Indonesia, Jerman, Denmark, Bangladesh, dan Senegal. Pertemuan juga diikuti oleh Perwakilan Tetap di PBB New York dari Pemerintah Bangladesh, Denmark, Indonesia, Jerman, dan Barbados, serta Sekretaris Jenderal United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD).[]