Ekonomi

Anak Buah Luhut Ungkap 40 Persen Potensi Perdagangan Dunia Lewati Indonesia

Kemenko Marves mengklaim 40% atau Rp78 ribu triliun potensi barang perdagangan dunia melewati Indonesia


Anak Buah Luhut Ungkap 40 Persen Potensi Perdagangan Dunia Lewati Indonesia
jalur perdagangan Indonesia (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Basilio Dias Araujo mengatakan hingga saat ini terdapat 40% atau Rp78 ribu triliun potensi barang perdagangan dunia melewati Indonesia.

"Itu data dari Kementerian Perhubungan, tetapi sampai saat ini potensi itu belum dimaksimalkan," ujar Basilio dalam keterangan resminya saat memberikan sambutan dalam penandatanganan MoU kolaborasi strategis antara anak usaha PT Krakatau Steel Tbk, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) di Wisma Baja, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Dikatakan, potensi sebesar itu karena Indonesia merupakan jalur lalu lintas laut internasional yang sangat strategis, yakni memiliki tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai lalu lintas bagi arus pelayaran internasional dan melewati perairan Indonesia.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki kemewahan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, punya banyak selat dan ALKI satu sampai tiga.

"Potensi barang perdagangan dunia yang melewati Indonesia sangat besar, tapi kita belum memaksimalkannya. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kita bisa mempercepat persiapan pembangunan untuk menjaga kedaulatan, sekaligus memaksimalkan potensi maritim kita," paparnya seperti dilansir dari Antara.

Direktur Utama PT KBS, Akbar Djohan mengatakan bahwa sektor kemaritiman Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional jika potensinya dimaksimalkan dengan sebaik mungkin. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah, asosiasi sampai swasta.

"Ini merupakan langkah strategis kecil dengan falsafah kolaboratif, dengan harapan dapat menciptakan konektivitas pelabuhan curah di Indonesia. Untuk itu PT KBS melakukan MoU dengan BPKS, untuk bersama mempersiapkan Indonesia menjadi poros maritim dunia," kata Akbar.

Akbar menambahkan bahwa dirinya ingin mengajak sebanyak-banyaknya pemangku kepentingan kemaritiman untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.[]