News

Anak Buah Anies Sebut Pengelola Ingin Tempat Wisata Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Sejumlah pihak termasuk Polda Metro Jaya telah meminta Pemprov DKI menutup tempat-tempat wisata di DKI karena khawatir adanya kerumunan


Anak Buah Anies Sebut Pengelola Ingin Tempat Wisata Tetap Buka Saat Libur Lebaran
Warga berwisata di Pantai Lagoon, Ancol Taman Impian, Jakarta, Minggu (27/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI mengklaim pengelola tempat wisata di Ibu Kota menginginkan pemerintah tidak menutup tempat hiburan saat libur Idul Fitri nanti.

Sejumlah pihak termasuk Polda Metro Jaya telah meminta Pemprov DKI menutup tempat-tempat wisata di DKI karena khawatir adanya kerumunan massa yang memantik lonjakan Covid-19, sebab tempat wisata diperkirakan bakal diserbu pengunjung mengingat adanya larangan mudik dari pemerintah.

"Kalau mereka (pengelola) sih pengennya buka sih," kata Pelaksana tugas (Plt) Kabid Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta, Dedi Sumardi ketika dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Dedi mengaku pengelola tempat wisata ngotot buka pada libur lebaran nanti karena pada momentum itu, mereka bisa meraup keuntungan yang dapat dipakai menutup kekurangan selama setahun belakangan.

Tempat wisata di DKI Jakarta baru dibuka Gubernur Anies Baswedan pada Maret 2021 lalu setelah setahun tutup gara-gara Covid-19.

"Itu kan menyangkut masalah pemasukan dari mereka ya. Kan diharapkan itu lebaran ini bisa sedikit menutup kekurangan selama ini," ucap Dedi.

Dedi mengaku pihaknya belum punya keputusan pasti terkait penutupan tempat wisata ini pada Idul Fitri ini. Saat ini pihaknya masih terus melakukan pembahasan dan berkoordinasi dengan para pengelola.

"Pak Plt Kadis Mau konsolidasi dulu mau mengundang (pengelola)," ucapnya.

Sejak dibuka kembali, tempat wisata di Jakarta Menerapkan protokol kesehatan, salah satunya adalah membatasi jumlah pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas tempat wisata, kemudian kelompok masyarakat rentan seperti anak-anak dan masyarakat lanjut usia juga dilarang masuk.

Menurut Politisi PAN DPRD DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah peraturan pembatasan pengunjung hingga 50 persen itu masih terlampau rawan memicu kerumunan.

Lebih baik jumlah maksimum pengunjung itu kembali dikurangi untuk meminimalkan resiko yang berimbas pada kenaikan kasus pasca libur lebaran nanti.

“Karena di momen-momen tertentu pemberlakuan kapasitas 50 persen masih menimbulkan keramaian dan kerumunan. Dinas Pariwisata bisa tetap membuka tempat wisata tetapi kapasitas pengujungnya dikurangi menjadi 25-30 persen agar kawasan wisata tetap nyaman dan bisa memaksimalkan protokol kesehatan soal jaga jarak," tuturnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co