News

Anak Buah Anies Sebut Begal Tidak Rampok Sepeda Mahal 

Syafrin meminta supaya warga yang bersepeda tidak membawa barang-barang berharga.


Anak Buah Anies Sebut Begal Tidak Rampok Sepeda Mahal 
Pesepeda saat melintas di samping jalur sepeda yang ditutup dengan beton untuk proyek MRT di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim pelaku begal tidak menjadikan sepeda mahal sebagai target perampokan. 

Pelaku kriminal jalanan ini, kata Syafrin, mengincar barang-barang mewah lainnya yang dibawa pesepeda seperti dompet, handphone dan tas.

"Kan penjambretan yang disasar adalah handphone, dompet dan tas," kata Syafrin ketika dikonfirmasi, Jumat (30/10/2020).

Demi minimalisir kejahatan ini, Syafrin meminta supaya warga yang bersepeda tidak membawa barang-barang berharga agar tidak memancing perhatian pelaku kriminal tersebut.

"Kalaupun misalnya membawa barang-barang itu masukkan ke kantong sehingga tidak terlihat peluang penjambret. Jadi peluang penjambret kita minimalisir," imbaunya.

Tidak hanya itu, Syafrin juga meminta agar kegiatan bersepeda tidak dilakukan seorang diri terutama di jam-jam rawan seperti pagi dan malam hari dimana petugas dari Dinas Perhubungan belum melakukan ronda atau belum ditempatkan di kawasan berbahaya.

"Kami berharap pesepeda untuk tidak melakukan perjalanan sendiri. Pada pagi hari di mana petugas tidak ada kemudian atau pada malam hari hindari melakukan perjalanan sendiri lakukan perjalanan secara berkelompok sehingga saling mengawasi," pintanya.

Sejauh ini, lanjut Syafrin, pihaknya hanya melakukan patroli di 62 jalur sepeda di Jakarta. Patroli di kawasan lain masih dikoordinasikan dengan polisi.

Adapun waktu patroli ini juga sangat terbatas dengan alasan kekurangan personel. Pada  malam hari tidak ada pengawasan yang dilakukan di jalur khusus sepeda ini.