News

Anak Buah Anies Prediksi Mal Jadi Tempat Kerumunan Saat Libur Lebaran

Arifin mengatakan, kemungkinan pusat perbelanjaan di Ibu Kota bakal menjadi tempat kerumunan pada libur Idul Fitri tahun ini.


Anak Buah Anies Prediksi Mal Jadi Tempat Kerumunan Saat Libur Lebaran
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin mengatakan, kemungkinan pusat perbelanjaan di Ibu Kota bakal menjadi tempat kerumunan pada libur Idul Fitri tahun ini. Hal itu terjadi lantaran adanya larangan mudik Lebaran yang digagas pemerintah.

"Kemungkinan akan ada tempat-tempat yang akan jadi sasaran untuk mereka berkumpul. Misalnya objek wisata, kemudian di mal, mungkin jadi sasaran dari keluarga untuk memanfaatkan waktu luangnya," kata Arifin saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/5/2021).

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk menutup tempat wisata dan pusat perbelanjaan pada libur Lebaran nanti.

Namun yang jelas, kata Arifin pihaknya sudah menggelar rapat dengan pengelola pusat perbelanjaan untuk memperkuat protokol kesehatan jika diizinkan buka pada libur Lebaran.

"Mal ini juga, kita kemarin sudah melakukan rapat dengan para pengelola mal untuk memastikan seluruh protokol kesehatan mal itu benar-benar berjalan," ucap Arfin.

Secara garis besar, lanjut Arfin, tidak ada perubahan signifikan soal protokol kesehatan di mal saat periode libur Lebaran tahun ini.

Jumlah pengunjung tetap 50 persen dari kapasitas gedung. Kemudian jarak antar pengunjung yang nongkrong di restoran dalam mal juga diatur, minimal satu meter. Peraturan itu masih sama dengan periode sebelum libur Lebaran.

"Di mal itu udah ada Satgas penanganan. Jadi orang masuk, ada pemeriksaan suhu tubuh. Kemudian batasannya masih 50 persen," katanya lagi.

Arifin melanjutkan, pihaknya kini sudah memerintahkan pengelola mal untuk memasang rambu-rambu dilarang berkerumun.  Dia mengaku bakal menindak tegas pengelola yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Harus ada tandanya rambu larangan berkerumun. Kita sudah pastikan itu berjalan. Kita melakukan pengawasan," tukasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co