Utang Luar Negeri BUMN Sentuh USD57,79 Miliar, Said Didu: Penugasan yang dilimpahkan Jadi Kerugian!

Data dari Bank Indonesia SULNI yang mengatakan bahwa utang luar negeri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada April 2022 sebesar USD57,79 miliar

By Siti Ayu Rachma

Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Muhammad Said Didu

AKURAT.CO, Terdapat data dari Bank Indonesia SULNI yang mengatakan bahwa utang luar negeri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada April 2022 sebesar USD57,79 miliar. Adapun utang itu terdiri dari utang bank USD8,97 miliar, lembaga keuangan bukan bank USD2,49 miliar, dan bukan lembaga keuangan sebesar USD46,33 miliar.

Untuk utang bukan lembaga keuangan yaitu 80,18 persen menurun dari Desember 2021. Akan tetapi, cenderung meningkat selama beberapa tahun ini.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengatakan utang luar negeri BUMN bukan dari lembaga keuangan, lebih dari 80 persen adalah hal yang menarik. Menurutnya peningkatan tersebut dikarenakan penugasan yang dilimpahkan kepada BUMN mengakibatkan kerugian yang besar.

baca juga:

“Data bicara. Ini menarik, lebih dari 80 persen utang luar negeri BUMN bukan dari lembaga keuangan. Sepertinya peningkatan utang luar negeri BUMN buka lembaga keuangan karena banyaknya penugasan ke BUMN yang merugikan BUMN,” tulis Said Didu pada Twitter pribadinya @msaid_didu, Minggu (19/6/2022).

Sekadar informasi, sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengingatkan utang BUMN bisa memicu krisis yang lebih besar seperti krisis finansial 1998, di mana adanya gagal bayar utang korporasi.

"Saya khawatir kita sedang menghadapi kondisi yang sama saat ini. Salah satunya adalah terkait krisis utang dan risiko gagal bayar BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kita," ucapnya lewat akun Twitter-nya @fadlizon yang dikutip Akurat.co, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Ia mengatakan, mengacu pada data Bank Indonesia (BI), dalam lima tahun terakhir total utang luar negeri seluruh BUMN terus mengalami kenaikan. Hingga April 2020, nilai utang luar negeri BUMN mencapai US$55,3 miliar, atau setara Rp775 triliun (kurs Rp14 ribu).

Jumlah mencapai lebih dari seperempat total utang luar negeri swasta yang mencapai USD207,8 miliar. Padahal, pada 2014, total utang BUMN masih ada di angka USD30,7 miliar.

Kemudian, pandemi COVID-19 membuat kondisi tadi jadi lebih buruk, pendapatan hampir seluruh BUMN pasti tergerus, sementara jumlah utang jatuh tempo jumlahnya tak sedikit.

terkait