Tutup Galang Dana Seri A, VIDA Perluas Kepemimpinan di Industri Identitas Digital

Ada Alpha JWC Ventures hingga Endeavor Catalyst danai VIDA.

By Iim Halimatus Sadiyah

Ilustrasi - Aplikasi VIDA, penyedia layanan identitas digital di Indonesia.

AKURAT.CO, Penyedia layanan identitas digital di Indonesia, VIDA, mengumumkan penutupan penggalangan dana seri-A dari berbagai investor di Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia. 

Adapun investor yang turut berpartisipasi dalam penggalangan tersebut adalah Alpha JWC Ventures, DST Global Partners, Breyer Capital, Future Shape, AC Ventures, serta Endeavor Catalyst.   

Melalui pendanaan ini, VIDA akan memperdalam keahliannya dalam hal keamanan informasi dan pembelajaran mesin (machine learning).

baca juga:

Sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat dalam berinteraksi dan bertransaksi secara digital (digital trust) dalam ekonomi digital Indonesia. 

Selain memberikan pendanaan, beberapa investor juga akan memegang posisi Penasihat Perusahaan (Advisor) bagi VIDA, termasuk diantaranya nama-nama terkemuka di industri teknologi global seperti Jim Breyer (Founder & CEO Breyer Capital) dan Tony Fadell (Principal Future Shape LLC, dikenal sebagai penemu iPod dan iPhone dan Founder & CEO dari Nest Labs). 

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur mengatakan, pihaknya bangga dapat menyambut kehadiran para partner serta berterima kasih atas kepercayaan mereka terhadap misi VIDA.

Perusahaan akan menggunakan hasil pendanaan ini untuk terus berinvestasi pada produk dan talenta, demi hadirkan pengalaman verifikasi dan otentikasi yang seamless bagi para seluruh pengguna. 

"Tak hanya itu, kami akan terus mendorong akselerasi dari visi perusahaan untuk memperdalam posisi kami di berbagai sektor industri strategis seperti jasa keuangan, e-commerce dan juga layanan kesehatan," kata Niki, dalam siaran persnya, Selasa (7/6).

Co-Founder dan CEO VIDA, Sati Rasuanto menyatakan, kesuksesan penggalangan dana ini merupakan validasi global terhadap visi perusahaan pada beragam potensi serta peluang bagi identitas digital di Indonesia. 

Menurutnya, pendanaan ini juga menandakan awal dari fase pertumbuhan baru bagi VIDA, dengan kehadiran partner yang berpengalaman di industri digital kelas dunia.

Yang tak hanya menyediakan amunisi bagi VIDA terus tumbuh, tetapi juga arahan dan dukungan strategis bagi bisnis VIDA akan dapat mendorong posisi kami lebih luas di industri identitas digital.

Principal pada Future Shape, Tony Fadell mengatakan, dengan dunia beralih menjadi digital sepenuhnya, teknologi identitas digital dari VIDA yang terpercaya, dapat diandalkan dan mudah digunakan, mengubah tanda tangan fisik yang menyulitkan serta rentan dipalsukan menjadi tanda tangan elektronik yang mudah digunakan dan lebih aman. 

"VIDA kini telah memverifikasi dan mengautentikasi ratusan ribu identitas tiap harinya, dengan standar keamanan global yang ketat di lebih dari 40 negara," ujarnya.

Sementara itu, produk VIDA sendiri telah digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia melalui berbagai layanan populer digital dari berbagai industri seperti jasa keuangan, e-commerce, transportasi, telekomunikasi dan juga kesehatan. 

Memanfaatkan keahlian yang mendalam dari sisi keamanan informasi, perusahaan juga berperan dalam membantu para partner bisnis untuk mengurangi tindak penipuan (fraud), meningkatkan rasa percaya (trust) dalam transaksi online, hingga menyediakan digital environment yang aman untuk para penggunanya melakukan bisnis.

Sejalan dengan misi perusahaan untuk memperkuat teknologi keamanan siber kelas dunia, VIDA sekaligus mengumumkan penunjukan Dr. Hamilton Turner sebagai Chief Technology Officer (CTO).

Hamilton Turner adalah Asisten Profesor Ilmu Komputer, Universitas Vanderbilt asal Amerika Serikat dengan pengalaman 12 tahun dalam keamanan siber, otentikasi, sistem terdistribusi, kriptografi, dan algoritma optimasi.[]

terkait