Terancam Kalah Pemilu Jerman, Partai Angela Merkel Andalkan Taktik Pembentukan Koalisi

Partai Sosial Demokrat (SPD) menang tipis, tetapi baru bisa berkuasa jika berhasil membentuk koalisi.

By Citra Puspitaningrum

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Armin Laschet dari partai konservatif CDU. (Foto: AFP)

AKURAT.CO Partai kiri-tengah Jerman, Sosial Demokrat (SPD), tengah menyongsong kemenangan Pemilu saat hasil untuk partai Kanselir Angela Merkel justru semakin suram.

Dilansir dari BBC, pengganti Merkel, Armin Laschet, telah bersumpah untuk membentuk pemerintahan. Sayangnya, partai CDU konservatif mereka telah mendapatkan perolehan terburuk dalam sejarah. SPD pun saat ini memimpin dengan selisih kecil, tetapi hasil Pemilu ini belum final. Ketuanya, Olaf Scholz, telah mengklaim partainya memiliki mandat yang jelas untuk memerintah.

Hasil hitung cepat memprediksikan hasil yang sengit. Namun, Pemilu ini memang tak dapat diprediksi sejak awal. Hasil Pemilu pun tidak menentukan 'akhir cerita'. Pasalnya, kanselir yang terpilih baru bisa berkuasa saat koalisi terbentuk. Situasi ini pun bahkan mungkin baru bisa terwujud saat Natal.

baca juga:

Penerus Merkel nantinya bertugas memimpin ekonomi Eropa selama 4 tahun ke depan. Perubahan iklim juga menjadi agenda teratas yang dipertimbangkan para pemilih.

Para pendukung SPD menyambut Scholz dengan gembira. Begitu partainya memimpin hasil sementara Pemilu, ia langsung sesumbar di televisi bahwa para pemilih telah memercayainya untuk membentuk pemerintahan yang baik dan pragmatis untuk Jerman.

Saingan konservatifnya pun membalas dengan menyebut pentingnya membentuk koalisi, alih-alih mendapatkan 'angka mayoritas'. Dengan kata lain, pemenangnya belum tentu berkuasa.

BBC

'Dua calon kanselir dan 2 penentu raja' lantas jadi topik terhangat yang mencerminkan hasil Pemilu pada Minggu (26/9) malam yang runyam. Pasalnya, yang memperebutkan kekuasaan bukan hanya SPD dan para pemimpin konservatif. Partai Hijau dan partai liberal, FDP yang pro-bisnis, pun menjadi 2 'penentu raja' dan mereka terbuka untuk penawaran.

Meski tak ada kaum liberal dari Partai Hijau yang unggul, bersama-sama keduanya memperoleh seperempat suara yang akan membawa kedua partai besar itu lolos ambang batas. Mereka lebih populer di kalangan pemilih umur di bawah 30 tahun dibandingkan partai utama lainnya. Namun, diperlukan taktik tertentu agar mereka lolos.

Pemimpin Partai Hijau Annalena Baerbock ingin melonggarkan rem utang Jerman yang menghentikan meroketnya utang publik. Pemimpin FDP Christian Lindner pun ingin segera melanggengkan 'gagasan kenaikan pajak dan pelunakan rem utang' tersebut.

terkait