Siasati Lonjakan Penumpang Saat Liburan Nataru, Ini Strategi Pelni



By Denny Iswanto

Ratusan Penumpang peserta program Mudik Gratis Jelang Hari Natal yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 48 milik PT Pelni meninggalkan Pelabuhan Ambon, Maluku, Selasa (19/12). Kapal berkapasitas 500 penumpang itu akan melayari rute Ambon menuju sejumlah pelabuhan di Kabupaten Maluku Barat Daya.

AKURAT.CO, Saat libur Natal 2017 dan Tahun Baru (Nataru) 2018, PT Pelni (Persero) menyiapkan beberapa strategi untuk mengatasi lonjakan penumpang yang menggunakan kapal ke berbagai tujuan di Indonesia.

“PT Pelni (Persero) menyiapkan 73 armada kapal yang terdiri atas 26 kapal trayek Nusantara dan 47 kapal Perintis,” ujar Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Didik Dwi Prasetio dalam rilis resminya yang diterima, Senin (25/12).

baca juga:

Masa angkutan transportasi laut pada liburan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 berlangsung selama 22 hari mulai 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018.

Sejumlah 12 kapal reguler akan tetap beroperasi sesuai rute, diantaranya kapal tipe 2.000 penumpang KM Dobonsolo dan KM Gunung Dempo. Kapal tipe 1.000 penumpang KM Tatamailau, Tilongkabila, Binaiya, Bukit Raya, Kelimutu dan KM Awu. Kapal tipe 500 penumpang, KM Sangiang, Egon, Pangrango dan KFC Jetliner, kata dia.

Selain itu PT Pelni (Persero) memfokuskan pelayanan di 14 kapal, diantaranya tipe 3.000 dan 2.000 penumpang KM Dobonsolo deviasi Biak-Jayapura; KM Ciremai deviasi Ambon untuk antisipasi Port Papua-Ambon; KM Labobar untuk menambah frekuensi Bitung Jayapura Port dan Serui-Biak.

KM Kelud melayani ruas Batam-belawan dan deviasi ke Kijang (Tanjung Pinang) menggantikan KM Umsini; KM Sinabung deviasi Serui untuk pelayanan Serui-Jayapura; KM Lambelu melayani wilayah tengah Balikpapan-Makassar-NTT.

Terakhir, KM Tidar ruas Ambon-Sorong-Manokwari; KM Umsini menambah rute Makassar-NTT; KM Bukit Siguntang menambah ruas Makassar-NTT serta KM Nggapulu di ruas Ambon-Banda dan Tual. []

terkait