Sambut Kemerdekaan, Sejumlah Tokoh Agama dan Adat di Kaimana Kibarkan Merah Putih

Acara ini digelar sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia

By Bayu Primanda

Suasana acara pengibaran bendera Merah Putih di Kaimana

AKURAT.CO Menjelang HUT RI ke-76, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana, Papua Barat menggelar kegiatan Pengibaran Bendera Merah Putih dan Dialog Kebangsaan di Taman Jokowi-Iriana Kaimana, Minggu (15/8/2021). 

Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan secara serentak oleh setiap perwakilan para tokoh agama dan tokoh adat dan suku yang ada di Kabupaten Kaimana. 

Hal ini dilakukan sebagai simbol terwujudnya jiwa Bhinneka Tunggal Ika di Kabupaten Kaimana. 

baca juga:

"Melalui pengibaran bendara Merah Putih oleh para perwakilan tokoh agama dan tokoh adat ini, kita ingin mengabarkan pada bumi Pertiwi betapa masyarakat Kaimana sangat memegang teguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan NKRI," kata Ketua Panitia HUT RI 76 Kabupaten Kaimana, Jafar Werfete dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/8/2021).

Sementara itu, Bupati Kaimana Freddy Thie mengatakan, Kabupaten Kaimana adalah bagian dari sejarah penting NKRI.

Freddy menerangkan, di salah satu kampung di Kota Kaimana, tepatnya di Kampung Seram jalan R.A Kartini terdapat tugu Untea sebagai saksi sejarah diserahkannya Irian Barat pada Indonesia. 

"Itu adalah sejarah penting yang tidak boleh kita lupakan. Anak cucu kita jangan sampai lupa pada sejarah ini," ujar Freddy. 

"Selain itu, pada tahun 1962 pernah terjadi kecelakaan laut tenggelamnya KM Macan Tutul di laut Kaimana. Kapal ini berisi para pejuang NKRI. Jasad para pejuang tersebut dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Gunung Genofa Kaimana," lanjut Freddy. 

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Senja itu berpesan, khususnya kepada para generasi muda agar senantiasa mengisi kemerdekaan Indonesia dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif dan selalu meningkatkan produktifitas agar bisa bersaing dengan bangsa lain di seluruh dunia. 

"Perang kita saat ini berbeda dengan perang para pejuang dahulu. Mereka berkorban jiwa dan raganya. Sedangkan kita yang hidup saat ini, berperang dengan bangsa lain melalui kecerdasan dan produktifitas. Kita berpacu dengan kemajuan zaman. Telat sedikit, maka kita akan tertinggal," kata dia.

terkait