Polemik Vape atau Rokok Elektrik yang Belum Diatur Regulasinya di Indonesia

Revisi PP 109 tahun 2012 diharapkan mengatur larangan publikasi rokok elektrik

By Rahman Sugidiyanto

YLKI dan Vital Strategies meminta pemerintah mengatur vape atau rokok elektrik

AKURAT.CO Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bersama Vital Strategies menilai penggunaan vape di kalangan anak muda semakin mengkhawatirkan.

Tulus Abadi selaku Ketua Eksekutif YLKI menilai terdapat celah aturan sehingga penggunaan vape ini semakin banyak khususnya di media sosial.

"Industri vape ini memanfaatkan celah yang tidak ada di regulasi," ujarnya dalam acara Talkshow "Vape Tricks di Indonesia, Jerat Rokok Elektrik di Media Sosial pada anak Muda di Jakarta, Rabu (30/3).

baca juga:

Lebih lanjut Tulus menyatakan akan mendorong Kemenkes untuk segera merevisi PP 109 Tahun 2012.

"Kita sedang mengajukan PP 109 tahun 2012 untuk memasukkan pasal pengaturan ketat dan larangan untuk rokok elektrik, karena regulasinya belum ada," imbuhnya.

Sementara itu Rafiansyah dari Vital Strategies mengungkapkan bahwa lembaganya menemukan Facebook dan Instagram menjadi media yang paling banyak dijadikan promosi Vape.

"Facebook dan Instagram menjadi media yang paling banyak digunakam untuk promosi vape bahkan lima dari enam iklan yang kami pantau merupakan impor," ujar Rafiasnyah kepada awak media.

Lebih lanjut Rafiansyah mengatakan bahwa penggunaan Vape bukan untuk menggantikan rokok, Vape yang mengandung nikotin justru sebagai pintu awal untuk merokok konvensional atau tembakau.

"Pilihannya quit bukan switch (ganti)" imbuhnya.

Sementara itu, menjamurnya penggunaan vape atau rokok elektrik sebagai gaya hidup anak muda diketahui sejak tahun 2015.

"Vape ini sudah ada sejak tahun 2015-an," ujar Micheal salah seorang pengguna Vape saat ditemui di Jakarta.

Micheal yang juga perokok tembakau menambahkan bahwa penggunaan vape dapat menghemat pengeluarannya.

"Dengan adanya vape bisa mengurangi konsumsi rokok, cuma modalnya memang mahal di awal," pungkasnya. 

terkait