PKS Minta Pemerintah Hentikan Program Food Estate dan Kembali ke Pangan Lokal

Kedua, kata dia, pemerintah diminta hentikan program Food Estate yang terbukti gagal dan merusak keseimbangan lahan serta menghabiskan anggaran. 

By Dhera Arizona Pratiwi

Pekerja memanggul karung berisi beras usai pengepakan dari mesin 'rice to rice' (RTR) sebelum kunjungan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kompleks pergudangan modern Perum BULOG di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/3/2022).

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali mengingatkan terkait krisis pangan yang akan dihadapi oleh dunia global, termasuk Indonesia. Krisis pangan yang mengakibatkan kekurangan pangan dan bisa memicu kisruh sosial serta berdampak kepada stabilitas nasional. Ini harus diantisipasi dan dicegah dengan cara yang benar.

"Kondisi pangan nasional kita saat ini secara teori berkecukupan, ketersediaan pangan minimal rakyat terpenuhi. Beras di Bulog ada 2 juta ton sebagai beras cadangan yang bisa digunakan untuk hal-hal khusus, termasuk bencana dan kelaparan," papar Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan, Riyono dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (1/10/2022).

Ia menerangkan, kondisi pangan dunia sedang goyah. Ditambah lagi dengan perang Rusia melawan Ukraina, sehingga kerawanan pangan telah mencapai rekor tertinggi.

baca juga:

Akibat pandemi, kekeringan, dan konflik regional lainnya, hampir 770 juta orang kelaparan pada 2021; jumlah tertinggi sejak 2006. 

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO memperkirakan perang di Ukraina meningkatkan jumlah orang yang kekurangan gizi hingga 13 juta orang tahun ini dan 17 juta orang lagi pada 2023.

"Sebenarnya krisis pangan global ini juga ada peran kegagalan PBB khususnya FAO yang tidak mampu menjaga distribusi pangan global, liberalisasi perdagangan membuat pangan terkonsentrasi di negara-negara maju. Akibatnya, negara berkembang dan miskin akan semakin parah kondisinya, Srilanka korbannya," tambah Riyono.

Menurut Riyono, krisis pangan yang menghampiri Indonesia bisa diatasi dengan langkah bijak, di antaranya perkuat pangan lokal. Pangan lokal kita cukup untuk kondisi darurat, Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 110 jenis rempah dan bumbu, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 40 jenis bahan minuman. Krisis pangan banyak dipengaruhi oleh ketersedian sereal yang berupa gandum-ganduman.

Kedua, kata dia, pemerintah diminta hentikan program Food Estate yang terbukti gagal dan merusak keseimbangan lahan serta menghabiskan anggaran. 

Catatan PKS pada periode pertama Jokowi membuat program cetak sawah baru dengan luasan 1 juta hektare dengan biaya hampir Rp6 triliun, gagal dilaksanakan. Hanya terealisasi 500.000 hektare.

Perlu diketahui rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi cetak sawah pada 2016 bagi 138 kabupaten sebesar Rp16 juta per hektare, serta khusus untuk daerah Maluku dan Papua sebesar Rp19 juta per hektare.

"Food estate jelas gagal dan harusnya tidak perlu diteruskan, fokus kembali kepada pangan lokal untuk antisipasi krisis pangan," pungkas Riyono. []

terkait