Petinggi KSP Indosurya Ditahan, Kuasa Hukum Nasabah Apresiasi Penyidik Bareskrim Polri

Majelis Hakim Pengadilan Niaga di PN Jakarta Pusat diharap dapat mengabulkan permohonan homologasi para nasabah yang ingin dana mereka dikembalikan.

By Arief Munandar

Ilustrasi Penjara

AKURAT.CO, Kuasa Hukum Nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, Agus Wijaya mengapresiasi penahanan para petinggi KSP Indosurya oleh aparat penegak hukum.

Agus Wijaya berharap dengan penahanan para petinggi KSP Indosurya tersebut, pihak Majelis Hakim Pengadilan Niaga di PN Jakarta Pusat dapat mengabulkan permohonan homologasi para nasabah yang ingin dana mereka dikembalikan.

"Apresiasi kepada penyidik. Saya perwakilan kurang lebih 935 nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya dengan tagihan Rp 2,3 triliun berharap agar jaksa dan hakim menerapkan hukum dengan seadil-adilnya," ujar Agus Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/2/2022).

baca juga:

Ia menyebutkan dampak terkatung-katungnya proses pengembalian dana nasabah sudah mulai terlihat sejak Januari 2022. Di mana pembayaran cicilan dari pihak KSP Indosurya kepada para nasabah banyak yang terhenti.

"Karena banyak yang sengsara akibat kejadian ini, ada beberapa klien kami meninggal karena tidak mampu berobat disebabkan uangnya terkena kasus ini. Adapula uang hasil 40 tahun kerja hilang, intinya ribuan orang termasuk keluarga, anak cucunya banyak yang sengsara," kata Agus Wijaya.

Ia menduga masih ada petinggi KSP Indosurya yang seharusnya bertanggung jawab atas tersendatnya pengembalian dana nasabah, namun belum ditindak aparat.

"Menurut dugaan saya masih ada pendiri yang belum tersentuh hukum, bahkan terkesan diselamatkan. Karena yang kami duga pendiri ini aktif melakukan pendekatan-pendekatan ke pengusaha  di Tanah Abang salah satunya agar menyimpan dananya di KSP Indosurya. Klien kami yang berusaha di sana total kerugian ratusan miliar. Seingat saya kurang lebih Rp300 miliar," pungkas Agus Wijaya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap sejumlah petinggi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya pada 25 Februari 2022 lalu.

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan, membenarkan penangkapan itu. Meski begitu, dia belum banyak memberikan keterangan perihal tersebut.

terkait