Permana Sari Janji Memperjuangkan Pengerukan Alur Sungai Mentaya



By Rani Ayu Utami

Anggota DPD RI Permana Sari saat meninjau peralatan pertanian di DP3KP Kotim pada tahun 2015 ( Foto : borneonews )

AKURAT.CO, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia yaitu Hj Permana Sari mendukung dilakukan pengerukan alur Sungai Mentaya untuk kelancaran lalu lintas kapal. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi melalui bongkar-muat dan pengiriman barang di Pelabuhan Sampit makin lancar dan meningkat.

Ia juga mengatakan bah ia berjanji memperjuangkan usulan pengerukan muara dan alur Sungai Mentaya di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Dinas Perhubungan mengusulkan sesuai mekanismenya, nanti kami yang membantu mengawal dan memperjuangkannya. Saat pertemuan dengan Kementerian Perhubungan, kami akan memperjuangkan usulan pengerukan alur, kata Permana Sari saat kunjungan kerja ke Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur (15/3).

Senator Komite II asal Kalimantan Tengah itu mendengar aspirasi masyarakat dan Dinas Perhubungan. Diantaranya terkait kerusakan jalan menuju Dermaga Bagendang dan kelancaran alur Sungai Mentaya.

Permana Sari mendukung dilakukan pengerukan alur Sungai Mentaya untuk kelancaran lalu lintas kapal. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi melalui bongkar-muat dan pengiriman barang di Pelabuhan Sampit makin lancar dan meningkat.

Kotawaringin Timur merupakan pintu gerbang ekonomi Kalimantan Tengah. Aktivitas di Pelabuhan Sampit merupakan yang terbesar dan berkontribusi sangat besar terhadap Kalimantan Tengah.

Jadi sangat wajar jika ada aspirasi pengerukan muara dan alur Sungai Mentaya karena ini sangat penting. Saya berterima kasih atas informasi penting ini, kata Permanasari.

Permana Sari melakukan kunjungan kerja ke Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Dua kabupaten ini sama-sama memiliki pelabuhan dan bandara sehingga mempunyai peran penting terhadap perekononian Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, H Fadlian Noor mengatakan, Kotawaringin Timur memiliki sungai besar yakni Sungai Mentaya yang panjangnya mencapai 400 kilometer dengan kedalaman rata-rata enam meter. Alur sungai ini dimanfaatkan untuk transportasi masyarakat, angkutan barang dan penumpang, mengangkut hasil tambang, kebun, perkayuan hingga bahan bakar.

Alur Sungai Mentaya juga menjadi akses utama menuju Pelabuhan Sampit, meliputi Terminal Sampit yang digunakan untuk penumpang dan kendaraan serta Terminal Bagendang yang dikhususkan untuk kargo atau kontainer. Aktivitas ekspor dan impor di Pelabuhan Sampit merupakan yang terbesar di Kalimantan Tengah.

baca juga:

Yang menjadi kendala selama ini adalah pendangkalan di tiga titik yakni kawasan muara alur, depan pos TNI AL dan kawasan Serambut. Kalau kapal barang dan penumpang kandas di sana maka akan mengalami keterlambatan 12 sampai 15 jam. Solusinya, kita membeli kapal keruk atau menyewa. Ini bisa kita lakukan dengan konsorsium perusahaan yang berminat, sambung Fadlian.

Kedalaman alur Sungai Mentaya saat surut sekitar dua hingga empat meter LWS (low water spring) atau saat air surut terendah. Padahal kedalaman alur yang dibutuhkan agar keluar masuk kapal lancar adalah enam hingga delapan LWS.

Jika alur dikeruk, Fadlian yakin sektor kepelabuhanan di Kotawaringin Timur akan meningkat tajam. Dampaknya tentu akan sangat positif terhadap perekonomian daerah dan masyarakat. []

terkait