Perdana, NASA Bakal Luncurkan Roket Penelitian dari Australia 

Roket pertama rencananya akan diluncurkan pada 26 Juni, sementara yang lain terbang pada 4 dan 12 Juli.

By Endarti

Peluncuran roket penelitian yang lebih kecil di Northern Territory akan menjadi peluncuran pertama NASA dari fasilitas komersial di luar AS

AKURAT.CO NASA dalam beberapa minggu mendatang dikonfirmasi akan meluncurkan tiga roketnya dari Australia utara untuk penelitian ilmiah. Pihak berwenang Australia mengumumkan hal itu pada Rabu (8 Juni), menandai pertama kalinya NASA menembakkan roket dari fasilitas komersial di luar Amerika Serikat (AS).

Itu juga akan menjadi roket NASA pertama yang diluncurkan dari Australia sejak 1995, ketika peluncuran dilakukan dari kompleks jangkauan Woomera angkatan udara Australia. Pemerintah Australia telah memberikan persetujuan peraturan untuk peluncuran roket-roket tersebut, yang rencananya lepas landas dari Arnhem Space Center (ASC).

ASC yang terletak di Dataran Tinggi Dhupuma dekat Nhulunbuy, adalah milik Equatorial Launch Australia (ELA). Ini adalah perusahaan luar angkasa yang berbasis di Northern Territory. 

baca juga:

"Ini adalah proyek yang sangat menarik. Gagasan bahwa NASA terlibat langsung di sini, di Australia harus menjadi kebanggaan bagi semua warga Australia," kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan dalam jumpa pers di Darwin, ibu kota Northern Territory pada Rabu.

Dalam misi terbarunya itu, NASA nantinya akan menyelidiki fenomena heliofisika, astrofisika, dan ilmu planet yang hanya dapat dilihat dari belahan Bumi selatan. Ketiga roket penelitian suborbital itu juga akan terbang 250 kilometer ke utara, mengumpulkan data tentang fisika matahari dan hubungannya dengan Bumi, kata Albanese.

Roket pertama rencananya akan diluncurkan pada 26 Juni, sementara yang lain terbang pada 4 dan 12 Juli, lapor Reuters hingga The Guardian.

Sekitar 75 personel NASA akan berada di Australia untuk acara tersebut, kata Albanese.

ASC baru-baru ini dianugerahi lisensi fasilitas peluncuran dan izin peluncuran untuk kampanye NASA setelah evaluasi dua tahun oleh Badan Antariksa Australia.

Pemerintah Northern Territory sejak awal juga telah mendukung proyek tersebut, menginvestasikan AUD5juta (Rp52 milyar) bagi ELA untuk mengembangkan ASC.

"Ini adalah peristiwa penting bagi Top End. NASA telah menambah kapasitas dan meroket (dari wilayah) itu telah menjadi sorotan global bagi para investor," kata Kepala Menteri Northern Territory Natasha Fyle mengacu pada wilayah geografis di utara wilayah itu. 

Top End adalah salah satu wilayah di Australia yang membentang di wilayah paling utara Northern Territory. Ini juga menjadi wilayah paling utara di benua Australia selain Semenanjung Tanjung York.

Setelah tiga peluncuran roket tersebut, ELA berharap untuk menyelesaikan lebih dari 50 peluncuran per tahun, yang rencananya rampung pada tahun 2024-2025. Ambisi ELA ini lebih besar dibandingkan saingannya, Southern Launch yang ingin menjadi pelabuhan bagi 36 peluncuran per tahunnya.

"Memiliki NASA sebagai pelanggan pertama kami tidak hanya menjadi dukungan besar bagi pelabuhan antariksa kami, tetapi juga menempatkan kami di garis depan ruang komersial global dan membuktikan bahwa melalui ELA dan ASC, Australia sekarang memiliki kemampuan peluncuran berdaulat dan akses ke luar angkasa," kata CEO ELA, Michael Jones, seperti dikutip dari spaceconnectonline. []

terkait