Pembatalan Reservasi Melonjak Usai Pengumuman Pembatasan Jawa-Bali, Perhotelan DIY: Kami Selalu Diobok-obok

Pemerintah Pusat mengumumkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh provinsi Jawa-Bali, Rabu (6/1/2021).

By Kumoro Damarjati

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (19/8/2020)

AKURAT.CO, Pemerintah Pusat mengumumkan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh provinsi Jawa-Bali, Rabu (6/1/2021). Kebijakan ini diklaim memunculkan gelombang pembatalan reservasi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 30 persen.

Kebijakan PPKM sendiri di oleh Pemda DIY ditindaklanjuti dengan memberlakukan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yang berlaku efektif pada 11-25 Januari 2021 mendatang.

"Sejak ada pengumuman PSBB (PPKM) dari Pemerintah Pusat, wisatawan yang sudah melakukan reservasi atau yang mau datang ke Jogja (DIY) menjadi membatalkan," kata Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Deddy Pranowo Eryono dalam sesi jumpa pers secara daring, Jumat (8/1/2021).

baca juga:

Menurut Deddy, tingkat pembatalan reservasi cukup tinggi, yakni mencapai 30 persen. Menyisakan 10 persen saja untuk tanggal 11 Januari dan seterusnya.

"Bila rata-rata reservasi se-DIY 6 persen di tanggal 11 Januari sampai dengan 25 Januari," tambahnya.

Menurut Deddy, pengumuman penerapan PPKM membuat wisatawan ragu bisa meninggalkan daerah asalnya. Maupun khawatir tidak bisa masuk ke DIY.

Pihaknya maka dari itu menyayangkan kebijakan tersebut. Dikarenakan, segala daya dan upaya telah dilakukan perhotelan di DIY agar bisa memperoleh verifikasi izin operasi berdasarkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 dari pemda, serta sertifikasi Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) oleh Kemenparekraf.

"Kami selaku salah satu dari industri di sektor wisata selalu diobok-obok," keluh Deddy.

Deddy berujar, upaya dari pihak perhotelan merupakan sebuah pencapaian. Menurutnya, dari kasus yang ada selama ini tidak ada yang muncul dari industri pariwisata maupun perhotelan, melainkan perkantoran, rumah tangga, serta lingkungannya.

terkait