Pelindo Catatkan Laba Bersih Rp 3,2 Triliun Pada 2021

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,2 triliun sepanjang 2021. Selengkapnya klik di sini.

By Andi Syafriadi

Illustrasi

AKURAT.CO PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,2 triliun sepanjang 2021. Kinerja tersebut meningkat dibandingkan dengan waktu sebelum merger atau capaian 2020 sebesar Rp 3 triliun.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Mulyono mengatakan, nilai laba bersih tersebut turut menyumbang peningkatan laba BUMN tahun 2021 yang mencapai total Rp 126 triliun, atau meningkat sebesar 869 persen dari laba tahun 2020 sebagaimana telah disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Capaian positif Pelindo pada 2021 ini sejalan dengan program merger yang telah dijalankan pada Oktober 2021 lalu, di mana Perseroan telah bukukan pendapatan usaha senilai Rp 28,8 triliun, naik dibandingkan pendapatan usaha 2020 yakni sebesar Rp 26,6 triliun," ujar Ali dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (24/6/2022).

baca juga:

Ali mengatakan, Pelindo juga memberikan kontribusi pada negara melalui setoran dividen, PNBP, konsesi, PPH, PPN, dan PBB dengan nilai total Rp 4,7 triliun pada tahun buku 2021. 

“Salah satu fokus utama Pelindo pascamerger adalah transformasi operasional pada klaster petikemas melalui standardisasi dan sistemisasi pelabuhan,” ujarnya.

Dengan merger tersebut, Ali menyebut, ada peningkatan kinerja dan produktivitas di sejumlah pelabuhan. Peningkatan produktivitas bongkar muat diukur dengan parameter boks per kapal per jam (BSH) dan pengurangan port stay atau waktu sandar kapal di pelabuhan yang diukur dengan jumlah hari.

Seperti yang terjadi pada Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, jumlah bongkar muat naik lebih dari dua kali lipat dari 20 boks per kapal per jam menjadi 45 boks per kapal per jam. 

"Kecepatan bongkar muat itu membuat waktu sandar kapal dapat berkurang menjadi setengahnya, dari dua hari menjadi hanya satu hari," ungkapnya.

Peningkatan kinerja juga terjadi di TPK Makassar, di mana kecepatan bongkar muat dari 20 BSH menjadi 42 BSH dan waktu sandar juga bisa berkurang dari dua hari menjadi satu hari. Sejalan dengan TPK Makassar, Terminal Makassar New Port juga mengalami peningkatan kecepatan bongkar muat dari 20 BSH menjadi 39 BSH dengan standar waktu sandar yang berkurang dari dua menjadi satu hari.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.

terkait