PBNU Gelar Konferensi Pers, ini Catatan Steering Committee Panitia Muktamar NU ke-34

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Pers jelang Muktamar NU ke-34 yang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 23-25 Desember 2021.

By Akmad Fauzi

Konferensi Pers Muktamar NU ke-34

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Pers jelang Muktamar NU ke-34 yang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang. Dalam Konferensi Pers ini, turut hadir sebagai Ketua Steering Committee (SC) Panitia Muktamar NU ke-34, Prof Dr H M Nuh dan Ketua Organizingg Committee (OC), Drs HM Imam Ajiz.

Prof Dr H M Nuh, dalam paparannya menyampaikan setidaknya ada beberapa hal yang harus digarisbawahi dalam menghadapai agenda besar Muktamar NU sekaligus 100 tahun NU.

Pertama, pihaknya menyebut saat ini bangsa Indonesia akan memiliki bonus demografi. Di mana, hampir 70% populasi usia produktif di Indonesia, sebagian besarnya adalah anak-anak generasi Nahdliyyin. Sehingga pihaknya berharap agar NU sebagai organisasi  tidak lalai dalam membina anak-anak di usia produktif yang jumlahnya sangat besar tersebut. 

baca juga:

"Karena kalau lalai, justru yang terjadi bukanlah bonus demografi, tetapi yang terjadi adalah bencana demografi," ujarnya dalam Konferensi Pers Muktamar NU ke-34 yang disiarkan secara langsung melalui YouTube TVNU, Kamis (11/11/2021).

Kedua, pihaknya memaparkan bahwa bahwa sekarang kita sedang menghadapi era digital. Oleh karena itu, di dalam mengelola NU ke depan, PBNU harus memanfaatkan perkembangan dari teknologi digital tersebut.

"Karena teknologi digital tidak sama dengan teknologi yang lain. Di mana semua bidang-bidang apapun pasti membutuhkan teknologi digital. Sehingga NU harus memanfaatkan transformasi digital di dalam pengelolaan organisasinya," tuturnya.

Ketiga, pihaknya menyebut saat ini muncul paham-paham kegamangan yang sifatnya transnasional yang sering mengganggu terhadap prinsip-prinsip ke-Indonesiaan. Dalam hal ini, PBNU  harus menyikapinya dengan bijak dan tepat.

Keempat, menurut Prof Dr H M Nuh, saat ini anak-anak NU sedang mengalami mobilitas vertikal baik dari sisi sosial, kesejahteraan dan intelektual. Oleh karena itu, desain besar NU ke depan harus menciptakan dan membuat rumah yang dapat menampung segala macam profesi kader-kader Nahdlatul Ulama mendatang.

"Semuanya itu kita dedikasikan untuk memajukan bangsa dan negara yang kita cintai ini, sekaligus kita ingin berkontribusi terhadap peradaban dunia," pungkasnya. []

terkait