Negara Mana yang Cocok Lawan Garuda di Jeda Internasional?

Tim Nasional Indonesia sebaiknya mencari lawan dengan karakteristik wilayah Asia pada jeda September mendatang.

By Hervin Saputra

Pemain Tim Nasional Indonesia ketika beraksi di Kualifikasi Piala Asia 2023, Juni 2022.

AKURAT.CO, Setelah sukses memastikan satu tiket ke Piala Asia 2023, Tim Nasional Indonesia akan jeda panjang sebelum kembali melakoni dua laga FIFA Matchday dalam rentang 19-27 September mendatang. Dalam masa jeda, penggawa Garuda kembali ke klub masing-masing.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah berbicara kepada publik bahwa ia berharap bisa mendapatkan lawan berperingkat 50-100 dunia di jeda internasional September nanti. Lantas, siapa negara paling tepat dihadapi Indonesia di kesempatan tersebut?

Jika Shin Tae-yong menjadikan jeda internasional sebagai ajang untuk memantapkan tim menjelang Piala Asia, maka setidaknya PSSI mesti mencari negara dengan karakteristik turnamen tersebut. Di daftar 50-100 dunia, ada 13 negara Asia yang seluruhnya merupakan kontestan Piala Asia.

baca juga:

Menghitung enam pertandingan di tiga jeda internasional menuju Piala Asia yang rencananya digelar pada 16 Juni–16 Juli, ada baiknya Indonesia menghadapi tim yang berperingkat bawah dalam 100 besar tersebut pada jeda pertama September ini. Lawan bisa dipilih berdasarkan karakteristik wilayah negara peserta di Piala Asia.

Indonesia bisa menghadapi Kyrgiztan (peringkat 95) untuk menjajal karakter tim yang berasal dari Asia Tengah. Kemudian boleh dijajal Lebanon (peringkat 100) sebagai wakil dari Asia Barat, serta China (peringkat 78) untuk mengenal karakter permainan Asia Timur.

Dari tiga negara tersebut, China dan Lebanon lolos ke Piala Asia secara otomatis melalui Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. Mereka berhak ke Piala Asia setelah menjadi runner-up grup di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

China tak perlu bermain di kualifikasi putaran ketiga Piala Asia setelah menjadi runner-up grup A di bawah Suriah. Tergabung dengan Suriah, Filipina, Maladewa, dan Guam, China meraih enam kemenangan, satu kekalahan, dan sekali imbang.

Sementara Lebanon lolos sebagai runner-up grup H di bawah Korea Selatan dengan mencatatkan tiga kemenangan, dua kekalahan, dan sekali imbang. Satu-satunya kekalahan Lebanon terjadi ketika menghadapi bertandang ke markas Korea Utara di Pyongyang, September 2019.

Sementara Kyrgiztan melaju ke Piala Asia setelah menjadi satu dari enam runner-up terbaik di putaran ketiga beberapa pekan lalu. Kyrgiztan menjadi runner-up grup F di bawah Tajikistan dengan catatan dua kemenangan dan sekali kalah.[]

terkait