MUI: Pemerintah Tak Boleh Akui Pernikahan Sesama Jenis

MUI telah mengeluarkan Fatwa tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan (LBGT).

By Akmad Fauzi

Kantor MUI

AKURAT.CO Belum lama ini, salah satu Podcast kenamaan milik Deddy Corbuzier mengundang bintang tamu yang diduga  pasangan LGBT yakni Ragil Mahardika dan Frederik Vollert. Video tersebut sontak menuai kritik dari beberapa pihak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga yang membina dan mengayomi masyarakat telah mengeluarkan Fatwa tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan (LBGT). Fatwa tersebut termaktub dalam Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 dan dikeluarkan pada 31 Desember 2014. 

Dalam fatwa tersebut, MUI menyoroti tindakan LBGT dapat dikenakan hukuman dan ta'zir oleh pihak berwenang. Sebab tindakan tersebut, hukumnya haram dan merupakan perbuatan keji yang mendatangkan dosa besar (fahisyah).

baca juga:

"Pelaku homoseksual, baik lesbian maupun gay, termasuk biseksual dikenakan hukuman hadd dan/atau ta'zir oleh pihak yang berwenang," jelas isi fatwa tersebut.

Selain itu, MUI menilai, melegalkan aktifitas seksual sesama jenis dan orientasi seksual menyimpang lainnya juga termasuk perbuatan haram.

Dengan demikian, MUI meminta kepada pihak berwajib untuk mencegah tindakan LBGT di masyarakat. Salah satunya dengan tidak mengakui pernikahan yang dilakukan LBGT atau pernikahan sesama jenis.

"Pemerintah wajib mencegah meluasnya kemenyimpangan orientasi seksual di masyarakat dengan melakukan layanan rehabilitasi bagi pelaku dan disertai dengan penegakan hukum yang keras dan tegas," tegas isi fatwa tersebut.

Berikut Fatwa lengkap MUI tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan (LBGT). 

Pertama : Ketentuan Umum

terkait