Meski Tidak Lumrah, Kurban dengan Ayam Dibolehkan dalam Islam

Sebagian ulama melarang kurban dengan ayam.

By Lufaefi

Ayam potong

AKURAT.CO Berkurban merupakan salah satu aktivitas amal saleh yang dilakukan oleh orang Islam saat tiba idul adha. Amalan ini banyak mengandung pahala bagi yang mampu untuk melaksanakannya.

Perintah agar umat Islam yang mampu untuk menyembelih hewan kurban langsung termaktub di dalam ayat suci Al-Quran. Ini sebagai bukti bahwa Allah memerintah langsung makhluk-Nya untuk berkurban.

Dalam QS. Al-Hajj ayat 34 Allah SWT berfirman:

baca juga:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلۡنَا مَنۡسَكًا لِّيَذۡكُرُوا اسۡمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمۡ مِّنۡۢ بَهِيۡمَةِ الۡاَنۡعَامِ ؕ فَاِلٰهُكُمۡ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗۤ اَسۡلِمُوۡا‌ ؕ وَبَشِّرِ الۡمُخۡبِتِيۡنَ

Artinya: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)."

Perlu diketahui bahwa konteks waktu mampu dalam dalam melaksanakan kurban adalah pada hari hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah), karena itu merupakan waktu untuk berqurban.

Ulama yang lain menyatakan bahwa yang dimaksud mampu adalah adanya lebihan harta setelah seseorang mampu memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyrik.

Al-Bakri Muhammad Syatha ad-Dimyati, dalam I’anah ath-Thalibin, jilid 2, halaman 330 menjelaskan;

وَالْمُرَادُ بِهِ مَنْ يَقْدِرُ عَلَيْهَا فَاضِلَةً عَنْ حَاجَتِهِ وَحَاجَة مُمَوَّنِهِ يَوْمَ الْعِيدِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتُهَا 

terkait