Mental Bisa Lebih Baik Bila Tidur Gunakan Selimut Tebal

Selimut tebal biasanya memiliki berat bervariasi mulai dari 2-13 kg. Selain menghangatkan tubuh, apa saja manfaat dari selimut tebal?

By Annisa Fadhilah

Ilustrasi tidur menggunakan selimut tebal

AKURAT.CO Tidur di bawah selimut yang tebal membuat seseorang merasa lebih baik. Apakah Anda pernah menyadari hal ini? 

Apalagi persentase orang yang menderita insomnia, gelisah, cemas, depresi, stres dan perubahan suasana hati meningkat. 

Untuk mencegah masalah tersebut dalam jangka panjang, kamu bisa mencoba untuk beristirahat dan bersantai di sore maupun malam hari dengan cara tidur menggunakan selimut tebal.

Di kalangan praktisi kesehatan mental, selimut tebal digunakan untuk terapi tekanan. Dikutip dari laporan yang dipublikasikan oleh Very Well Health, orang dewasa mengasosiasikan selimut dengan rasa aman.

Selimut tebal biasanya memiliki berat bervariasi mulai dari 2-13 kg. Selain menghangatkan tubuh, apa saja manfaat dari selimut tebal?

Menenangkan

Dibanding selimut biasa, selimut tebal mampu memberikan tekanan sehingga ada sensasi sentuhan yang lebih nyata di tubuh.

Menurut Teresa May-Benson, terapis okupasi dan direktur eksekutif Spiral Foundation, tekanan sentuhan yang dalam adalah salah satu jenis informasi sensorik yang menenangkan dan mengatur sistem saraf sensorik manusia.

Meredakan kecemasan

Beberapa studi menunjukkan penggunaan selimut tebal bisa membantu mengurangi kadar kortisol di malam hari. Seperti diketahui, Kortisol merupakan hormon stres yang berkontribusi pada kecemasan.

Sebuah studi melihat dampak penggunaan selimut tebal seberat 15 kg pada 32 orang dewasa. Hasilnya, sebanyak 63 persen partisipan mengaku kecemasannya menurun setelah menggunakan selimut.

Ini karena selimut tebal memberikan tekanan yang dalam. sehingga menimbulkan ketenangan.

Meningkatkan kualitas tidur

Sebagian orang mengaku mendapatkan tidur lebih nyenyak dengan selimut tebal. Studi membuktikannya, sebagaimana dilansir  dari laman Healthline, yang melibatkan 28 partisipan dengan gangguan tidur.

Mereka diminta menggunakan selimut tebal saat tidur selama 6 minggu. Ternyata dari sini kualitas tidur meningkat, mereka pun bisa tidur lebih cepat dan tidak mudah terbangun tengah malam.

Menurut laporan Sleep Foundation, stimulasi tekanan dari selimut tebal mampu memicu produksi hormon serotonin yang menekan produksi hormon kortisol dan meningkatkan kadar melatonin atau hormon tidur.

Layaknya tidur dalam pelukan 

Dilansir dari laman Good Housekeeping, kamu tidak akan merasa sendirian saat tidur menggunakan selimut tebal, karena tekanan dari berat selimut bisa memberikan sensasi tidur dalam dekapan seseorang.

terkait