Menkeu Akan Perkuat Sistem TI Perpajakan



By Akurat.co

Foto: pajak.go.id

Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan memperkuat sistem teknologi informasi sektor perpajakan untuk menghindari kerawanan tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oknum pegawai pajak agar perilaku korupsi makin berkurang.

Dengan penguatan ini, interaksi pegawai dengan Wajib Pajak akan makin berkurang dan tagihan pajak yang disampaikan tidak menimbulkan sengketa maupun persoalan baru. Pun apabila dibutuhkan interaksi antara pegawai dengan Wajib Pajak terkait pemeriksaan lanjutan, maka diperlukan suatu standar operasi prosedur yang jelas agar proses pengawasan dapat lebih mudah dan berkualitas.

baca juga:

Kalaupun ada interaksi, dengan sistem kita bisa mengecek yang ngawur kepada wajib pajak. Kemudian mengatakan harus bayar dengan STP (Surat Tagihan Pajak) dengan basis atau tidak. Jadi kalau berinteraksi, dia tidak membawa yang saya sebutkan angkanya dibawa dari 'langit', kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI membahas tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oknum pegawai pajak serta bea cukai di Jakarta, Senin (28/11)

Komitmen Menkeu ini menyusul masih adanya kerawanan yang terjadi dari sisi penegakan hukum, terutama para pegawai yang terlibat dalam pemeriksaan maupun penagihan pajak, di mana sebagian besar pelanggaran hukum di bidang pajak terjadi dari bagian tersebut.

Selain soal sistem, Sri Mulyani juga menekankan pembenahan sumber daya manusia sektor perpajakan, seperti pajak dan bea cukai, juga akan dilakukan.

Saya rasa keduanya berkontribusi (terhadap upaya pelanggaran peraturan). Kami tidak akan mengeliminasi apa pun, ujarnya.

Sri Mulyani siap memberikan reward and punishment yang seimbang kepada para pegawai pajak maupun bea cukai bagi yang melakukan tindakan pelanggaran hukum dengan mempertimbangkan UU Aparatur Sipil Negara, maupun yang berprestasi.[]

terkait