Mengetahui Alasan Balita Tidak Mau Bersama Ayahnya dan Cara Mengubahnya

Beberapa penelitian menunjukkan anak-anak biasanya menunjukkan preferensi untuk ibu daripada ayah. Hal ini disebabkan ibu biasanya menjadi pengasuh utama.

By Camelia Rosa

Ilustrasi - Mengetahui alasan balita tidak mau bersama ayahnya, dan cara mengubahnya

AKURAT.CO  Apakah Si Kecil selalu menangis saat bersama ayahnya? Jika Si Kecil sudah bisa berbicara, dia mungkin mengatakan, "Aku tidak menyukai atau tidak mau bersama Ayah".

Ketika seorang balita lebih memilih salah satu dari orang tuanya, ibu atau ayah, itu pasti bisa menyakitkan.

Namun  Dr. Andrew Bernstein, M.D., FAAP, asisten profesor klinis pediatri di Universitas Feinberg Northwestern mengatakan bahwa ini merupakan tahap yang sangat umum.

baca juga:

Bernstein menjelaskan bahwa fase ini lebih mungkin terjadi dalam rumah tangga dengan orang tua yang lengkap, di mana anak melihat ibu dan ayahnya setiap hari, daripada dalam keluarga yang orang tuanya berpisah atau bercerai. 

"Balita memutuskan untuk memilih satu orang tua atau yang lain benar-benar normal. Ini adalah bagian normal dari perkembangan dan merupakan bagian dari kesadaran tentang diri mereka sendiri serta kemampuan untuk membuat pilihan," kata Dr Bernstein, dikutip AKURAT.CO, Jumat (24/6/2022).

Beberapa penelitian menunjukkan anak-anak biasanya menunjukkan preferensi untuk ibu daripada ayah. Hal ini disebabkan ibu biasanya menjadi pengasuh utama.

Tapi itu tidak selalu terjadi. Dalam beberapa kasus, seorang anak mungkin lebih terikat pada salah satu dari orang tuanya karena rutinitas yang selaras.

Artinya, mereka menghabiskan waktu lebih banyak bersama-sama. 

Selain itu, Salah satu orang tua mungkin lebih mampu mendengarkan sinyal anak lebih baik daripada yang lain. Jadi, masuk akal jika anak itu lebih memilihnya untuk saat ini.

Marah dan kesal tidak akan membuat Si Kecil menyukaimu. Pendekatan yang lebih baik adalah menemukan peluang untuk menghabiskan waktu bersama, melakukan sesuatu yang biasanya tidak jarang kamu lakukan dengan Si Kecil.

Bawa Si Kecil ke kebun binatang, bermain dengannya, mengajaknya ke taman bermain, atau membacakan dongeng untuknya sebelum tidur. 

“Kunci untuk membentuk ikatan yang kuat dengan anak adalah menikmati waktu bersama, melibatkan mereka sesering mungkin, dan menanggapi isyarat untuk memperkuat ikatan orang," kata ” Dr. Jennifer Bragg, M.D., ahli neonatologi bersertifikat.

Ingat, jangan pernah mengambil hati jika anak mengaku tidak menyukai atau menolak bersamamu. Pasalnya, preferensi balita umumnya akan berubah berkali-kali.

Selain itu, Si Kecil berani mengungkapkan hal tersebut karena dia yakin bahwa kamu akan selalu mencintai dan bersamanya. 

"Di atas segalanya, jangan putus asa. Balita masih sangat mencintai orang tuanya, dan orang tua itu adalah pengaruh penting dalam kehidupan balita," kata Bernstein. 

terkait