Mengenal Tahapan Surrogacy dan Aturan Hukumnya di Indonesia

Surrogacy kadang-kadang disebut reproduksi pihak ketiga

By Camelia Rosa

Ilustrasi - Mengenal tahapan surrogacy dan aturan hukumnya di Indonesia

AKURAT.CO Surrogacy (kadang-kadang disebut reproduksi pihak ketiga) adalah salah satu cara untuk memiliki anak jika kamu atau pasangan tidak dapat hamil. Surrogacy dapat dilakukan dengan tradisional atau gestasional.

Secara tradisional, wanita pengganti diinseminasi buatan dengan sperma ayah. Wanita tersebut kemudian hamil, dan melahirkan. Dia kemudian mengantarkan anak tersebut kepada kamu dan pasangan untuk dibesarkan.

Intinya, wanita pengganti adalah ibu kandung bayi karena sel telur miliknya yang dibuahi oleh sperma sang ayah. Namun, sperma donor juga dapat digunakan.

baca juga:

Sementara gestasional dilakukan dengan in vitro fertilization (IVF). Artinya, sel telur dari sang ibu yang telah dibuahi dengan sperma ayah (atau sperma donor) digunakan. Kemudian, embrio dimasukkan ke dalam rahim ibu pengganti. Jadi, ibu pengganti  tidak memiliki ikatan genetik dengan anak itu karena bukan sel telur miliknya yang digunakan.

Berikut AKURAT.CO uraikan tahapan untuk mendapatkan anak melalui surrogacy adalah: 

Gestasional

  • Pilih ibu pengganti, biasanya melalui agen.
  • Buat kontrak hukum dan minta ditinjau.
  • Ikuti proses pengambilan telur (jika menggunakan telur ibu yang dituju) atau dapatkan telur donor. Buat embrio menggunakan sperma ayah yang dituju atau donor.
  • Transfer embrio ke pembawa kehamilan (ibu pengganti) dan jika menempel, kehamilan akan berlangsung. Jika tidak berhasil, orang tua dan pengganti yang dimaksud dapat melanjutkan siklus IVF lainnya.
  • Pada saat anak lahir, orang tua yang dituju memperoleh hak asuh penuh sebagaimana digariskan dalam kontrak yang sah.

Tradisional

  • Pilih ibu pengganti.
  • Buat kontrak hukum dan pastikan itu itinjau dengan cermat.
  • Jalani proses IUI menggunakan sperma ayah yang dituju atau sperma donor. Jika berhasil, kehamilan pun terjadi.  Apabila siklus pertama tidak berhasil, coba lagi.
  • Anak lahir. Ibu pengganti mungkin perlu secara hukum mengakhiri haknya sebagai orang tua. Sementara orang tua yang dituju mungkin perlu menyelesaikan adopsi orang tua tiri di samping kontrak hukum yang dibuat pada tahap awal proses.

Tentu saja, proses ini mungkin sedikit berbeda tergantung pada keadaan di mana kamu tinggal. 

Di Indonesia sendiri, praktik ibu pengganti tidak diizinkan. Adapun  proses yang masih diizinkan adalah in vitro fertilization (IVF) atau yang lebih dikenal dengan bayi tabung. Proses ini pun hanya boleh dilakukan oleh suami dan istri. 

Ya, berdasarkan  Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal 27, upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya boleh dilakukan pasangan suami istri sah dengan ketentuan :

  • Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana ovum berasal;
  • Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu;
  • Pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu.

terkait