Mengenal Pembelian Impulsif dan Cara Mengatasinya

Pada dasarnya, impulsif merupakan hal yang wajar. Namun jika pembelian impulsif menjadi kebiasaan tentu akan merugikan kondisi kesehatan keuangan.

By Naufal Lanten

Warga memilih barang belanjaan melalui situs belanja daring di Jakarta, Minggu (6/2/2022).

AKURAT.CO, Bagi Anda yang doyan jajan pasti pernah membeli sesuatu barang hanya karena ‘lapar mata’. Misalnya ketika pergi ke minimarket untuk kebutuhan pokok seperti beras dan perlengkapan mandi, justru tidak sengaja berkunjung ke rak makanan ringan lalu memutuskan membeli camilan dengan potongan harga yang menggiurkan.

Tak jarang ketika melihat banyak barang, kita merasa tergoda untuk berbelanja karena timbul rasa penasaran, atau rasa takut menyesal jika tidak memanfaatkan promo dan potongan harga yang ditawarkan.

Padahal kita tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut, alhasil kita memutuskan untuk membeli produk atau jasa secara tidak terencana.

baca juga:

Keputusan yang terjadi secara tiba-tiba tersebut dinamakan impulsive buying (pembelian impulsif).

Pada dasarnya, impulsif merupakan hal yang wajar. Namun jika pembelian impulsif menjadi sebuah kebiasaan tentunya hal ini akan merugikan kondisi kesehatan keuangan Anda.

Permasalahannya adalah seseorang yang gemar melakukan pembelian impulsif terletak pada dirinya sendiri, bukan terjadi atas kesalahan orang lain. Pembelian impulsif tidak akan terjadi jika Anda memiliki pengendalian diri dan perencanaan keuangan yang baik.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa tips untuk menghindari godaan diri menghadapi pembelian impulsif:

1. Lakukan perencanaan keuangan yang matang

Perencanaan keuangan yang matang sangat penting untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

terkait