Masuk Marka Jalan, Polisi Tidur Tidak Bisa Dibangun Sembarangan



By Yohanes Antonius

Pejalan kaki dibantu petugas dinas perhubungan (Dishub) saat melewati Pelican Crossing untuk menyebrang di kawasan Bundaran Senayan, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018). Pelican crossing yang baru digunakan sejak tanggal 18 November 2019 ini sebagai pengganti jembatan penyebrangan orang (JPO) yang mulai direvitalisasi. Pelican crossing ini juga sebagai jalur penghubung untuk menuju halte transjakarta Senayan.

AKURAT.CO, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengeluarkan aturan baru mengenai pengaturan marka jalan. Salah satunya soal kentuan membangun polisi tidur atau speed ramp dan speed bump. 

Pelaksana tugas (Plt) kepala dinas Perhubungan Sigit Widjatmoko mengatakan, lantaran polisi tidur ini sudah masuk dalam pengaturan marka jalan maka untuk membangun fisik polisi tidur saat ini sudah tidak bisa sembarangan.

Kita kan sering menemukan materi untuk pembuatannya macem-macem, ada yang pakai potongan bahan bekas ada yang cor semen karenanya kami mengimbau kepada masyarakat proses pembangunan itu sendiri tidak membahayakan, tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/2/2019).

baca juga:

Sigit ingin polisi tidur tidak hanya berfungsi memperlambat kendaraan, tapi pun aspek keamanan dapat teraplikasikan.

Karenanya dia mengimbau masyarakat DKI agar melakukan konfirmasi dan diskusi dengan pihak Dishub terlebih dahulu sebelum membangun polisi tidur. 

Saat ini pihaknya sedang mengevaluasi  keberadaan berbagai polisi tidur di jalanan Jakarta, baik yang dibangun oleh masyarakat maupun oleh pihak Dishub sendiri.

Yang dibangun kita pun juga kita evaluasi. Sanksi sejauh ini kita hanya lakukan penyesuaian artinya kita bongkar jika asal. Tidak ada sanksi hukum, ungkapnya.

Adapun  jenis polisi tidur yang boleh dibangun di jalan berdasarkan  Permenhub Pasal tahun 2018 yakni polisi tidur Speed Bump dikhususkan untuk area parkir, jalan privat, dan jalan di lingkungan terbatas dengan kecepatan operasional di bawah 10 kilometer per jam.

Jenis polisi tidur ini dibuat dengan ketinggian maksimal 12 sentimeter, lebar bagian atas minimal 15 sentimeter, serta kelandaian 15 persen. 

Kemudan polisi tidur jenis Speed Table, diperuntukan bagi kawasan penyeberangan dan jalan-jalan lokal yang memiliki batas kecepatan maksimal 40 kilometer per jam. 

Spesivikasi polisi tidur speed table harus dibuat dengan ketinggian maksimal 9 sentimeter, lebar 660 sentimeter dan kelandaian 15 persen. Tak hanya itu, seluruh jenis polisi tidur wajib diwarnai dengan kombinasi hitam dan kuning atau putih.[]

terkait