MAKI Ungkap Dugaan Pungli Rp1,7 Miliar di Bandara Soetta

MAKI mengungkap dugaan pungutan liar (pungli) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

By Ainurrahman

Ratusan penumpang pesawat saat memadati pintu masuk terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (11/6).

AKURAT.CO, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengungkap dugaan pungutan liar (pungli) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pungli diduga dilakukan oknum Bea dan Cukai.

Kasus tersebut pun telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi, Banten.

Menurut Koordinator MAKI Boyamin Saiman, laporan ke Kejaksaan Tinggi Banten telah dilakukan pada 8 Januari 2022. Pihak Kejati Banten menyatakan segera menindaklanjuti.

baca juga:

“MAKI akan mengawal laporan ini dalam bentuk mengajukan gugatan Praperadilan apabila mangkrak proses penanganannya,” kata Boyamin dalam keterangan yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (23/1/2022).

Kata Boyamin, dugaan Pungli itu terjadi selama setahun pada April 2020 hingga April 2021.

“Ada dugaan pemerasan atau pungli dilakukan dengan modus melakukan penekanan kepada sebuah perusahaan jasa kurir PT SQKSS,” ujar Boyamin.

Pungli tersebut dilakukan dengan ancaman tertulis maupun verbal. Tertulis berupa surat peringatan tanpa alasan yang jelas dan verbal berupa ancaman penutupan usaha perusahaan.

“Semua dilakukan oknum dengan harapan permintaan oknum pegawai dipenuhi oleh perusahaan,” kata Boyamin.

Oknum tersebut diduga meminta uang setoran sebesar Rp5 ribu per kilogram barang kiriman dari luar negeri, tapi pihak perusahaan jasa kurir hanya mampu memberikan sebesar Rp1.000 per kilogram.

terkait