Lewis Hamilton Didesak untuk Tentang Perhelatan GP Arab Saudi

Hamilton diminta untuk blak-blakan soal pelanggaran HAM yang terjadi di Arab Saudi.

By Dian Eko Prasetio

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, saat mengunjungi Sirkuit Autodromo Internazionale Enzo E Dino Ferrari di Imola, Italia, 30 Oktober 2020.

AKURAT.CO, Formula 1 (F1) telah resmi mengumumkan akan menggelar balapan di Arab Saudi musim depan. Akan tetapi, sang juara bertahan, Lewis Hamilton, diminta untuk menentang perhelatan ajang balap mobil bergengsi yang berlangsung di Arab Saudi tersebut.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, Kepala Kampanye Amnesty Internasional, Felix Jakens, meminta Hamilton untuk blak-blakan soal pelanggaran HAM (hak asasi manusia) yang terjadi di Arab Saudi. Terlebih lagi, Hamilton juga merupakan pembalap yang cukup vokal menyuarakan gerakan sosial.

"Akan sangat penting jika Lewis bisa membuka semuanya. Akan tetapi, ini bukan hanya tertuju kepada seorang pembalap utamanya tapi juga seluruh industri ini (F1) dengan apa yang telah terjadi di Arab Saudi," ujar Jakens sebagaimana dikutip dari Yahoo Sports.

baca juga:

"Jika pembalap paling terkenal dari olahraga tersebut bersedia untuk berbicara, 'Sebenarnya ini adalah negara yang memiliki catatan HAM yang mengerikan', maka hal itu bisa menghilangkan kemampuan Arab Saudi untuk memperbaiki citranya."

Selain itu, Amnesty Internasional juga mengklaim bahwa sebanyak 13 pembela hak perempuan tengah diadili di Arab Saudi dengan dituduh menyuarakan hak-hak perempuan dan menyerukan diakhirinya sistem perwalian laki-laki, di mana setiap perempuan harus memiliki laki-laki yang memiliki wewenang untuk membuat sejumlah keputusan.

Sementara itu, wacana untuk memasukan Arab Saudi ke dalam kalender F1 sudah lama muncul. Terutama setelah perusahaan minyal setempat, Aramco, menjadi sponsor utama F1.

Kedua belah pihak telah berniat untuk menjalin kerja sama dalam jangka panjang, terlihat di mana nama Aramco muncul dalam setiap balapan. Kabarnya, pihak F1 dengan Arab Saudi terikat kontrak untuk bekerja sama dalam sepuluh tahun ke depan.[]

terkait