Layanan Tenaga Medis Tanpa Batas dari Bordeless Clinic



By Afrizal Abdul Rahman

Bordeless Clinic

AKURAT.CO Pandemi COVID-19 membuat pergerakan setiap individu menjadi terbatas. Bahkan, sebagian orang merasa khawatir untuk ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain walaupun tengah menjalani pengobatan rutin. 

Tak jarang seseorang kini banyak memilih cara berkonsultasi melalui platform online mengenai gejala ataupun pengobatan rutin yang sudah dilakukan. 

Dr. Wei Siang Yu, pendiri dan komisaris Borderless Healthcare Group, mengatakan, beberapa negara kini menerapkan kebijakan lockdown. Hal tersebut untuk membatasi pergerakan masyarakat, terutama bagian yang tengah menjalani atau membutuhkan pengobatan. 

baca juga:

Hal ini dirasakan tak hanya yang tengah menjalani pengobatan di dalam negeri, tetapi juga mereka yang melakukan pengobatan di luar negeri. 

"Alhasil, sebagian besar dari pasien mengalami penundaan dan hambatan dalam melanjutkan pengobatan secara langsung," katanya di sela konferensi media secara online, baru-baru ini. 

Lanjut Dokter Wei, sebagian orang akan mencari solusi dengan mendapatkan pengobatan melalui platform online. Namun, platform online yang ada saat ini masih konvensional. Dimana, artinya konsultasi hanya sebatas pada pasien yang menyampaikan keluhan kepada dokter, lalu memberikan solusi terbatas. 

Untuk itu, Dokter Wei meluncurkan solusi kesehatan masyarakat dan bisa dilakukan melalui platform Borderless Clinic. Menurutnya, platform tersebut merupakan mesin telehealth pertama yang memungkinkan dokter di semua negara membuat model online-to-offline. 

Dalam sistem tersebut sudah ada dua puluh ribu halaman konten yang mudah dicerna, yang memang ditulis oleh dokter terkenal dan didukung oleh video call center, guna kemampuan pengenalan wajah.

Dokter Wei menambah, nantinya pasien bisa mendapatkan dukungan dari para ahli kesehatan multi-disiplin dari berbagai negara, seperti Thailand, Tiongkok, Eropa, Hong Kong, Amerika, Kanada, Australia, dan masih banyak lagi. 

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 60-80 dokter spesialis top dunia dari berbagai negara. 

"Dengan platform ini, biaya pengobatan lebih hemat dibandingkan harus menjalani pengobatan di luar negeri," tandasnya.

terkait