Larangan Ekspor CPO dan Turunannya Dicabut, Andre: Cuma Jadi Macan Kertas!

Andre: Ada dugaan pemerintah kalah dari oligarki. Peraturan yang dibuat hanya menjadi macan kertas,"

By Wayan Adhi Mahardika

Pekerja memindahkan kelapa sawit ke dalam kendaraan pengangkut saat panen di kawasan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, Selasa (29/12/2020)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo telah mencabut larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunanya, mulai Senin 23 Mei 2022.

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mengatakan sejak awal DPR RI telah mendukung penerbitan Permendag No. 22/2022 Tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized palm olein dan Used Cooking Oil.

Namun demikian dalam 3 minggu kebijakan tersebut diterapkan, rata-rata harga minyak goreng curah masih diatas harga HET.

baca juga:

Andre sendiri mengingatkan sebelumnya  pemerintah untuk tegas melaksanakan permentan No.1/2018 soal pedoman penetapan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit Produksi Pekebun untuk melindungi hak petani sawit.

Namun demikian Andre menduga pemerintah kalah dari oligarki. Peraturan larangan Ekspor CPO  yang dibuat hanya menjadi macan kertas.

"Ada dugaan pemerintah kalah dari oligarki. Peraturan yang dibuat hanya menjadi macan kertas," kata Andre lewat cuitan Twitternya, dikutip Jumat (20/5/2022).

Ia mengatakan harus ada evaluasi, 10 ribu titik minyak goreng harus tercapai, dan HET minyak goreng  14 ribu per liter  harus dinikmati oleh konsumen di akhir bulan.

"Harus ada evaluasi, 10 ribu titik minyak goreng harus tercapai, dan HET 14ribu minyak goreng harus dinikmati oleh konsumen di akhir bulan," katanya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi Sendiri mengatakan alasan ekspor CPO dicabut adalah kondisi pasokan serta harga minyak goreng yang telah memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu mempertimbangkan adanya 17 juta orang di tenaga di industri, baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya.

terkait