Kurban; Dalil, Hukum, dan Keutamaan Melalukannya

Perhatikan sebelum berkurban.

By Lufaefi

Sapi kurban.

AKURAT.CO Qurban atau kurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat (قربان). Kurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Kurban diperuntukan bagi orang-orang yang mampu secara finansial, di mana pada hari raya dan hati tasyrik ia memiliki kelebihan setelah memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.

Al-Bakri Muhammad Syatha ad-Dimyati, dalam I’anah ath-Thalibin, jilid 2, halaman 330 menjelaskan;

baca juga:

وَالْمُرَادُ بِهِ مَنْ يَقْدِرُ عَلَيْهَا فَاضِلَةً عَنْ حَاجَتِهِ وَحَاجَة مُمَوَّنِهِ يَوْمَ الْعِيدِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتُهَا 

Artinya: “Dan yang dimaksud ‘orang yang mampu’ adalah orang yang mampu berqurban sebagai kelebihan dari kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyrik karena itu merupakan waktu berqurban."

Dalil Berkurban:

Allah berfirman: 

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ 

Artinya: “Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. al-Hajj, 22:28).

terkait