Kurang Lengkap, Kemensos Segera Perbaiki Data Penerima Bansos



By Wayan Adhi Mahardika

Gedung Perkantoran Kementerian Sosial Republik Indonesia

AKURAT.CO Dalam rangka mengoptimalkan data penerima bantuan sosial (bansos), Kementerian Sosial menyatakan bakal memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan untuk penerima bansos.

"Intinya kita ingin mengharmonisasikan data dahulu, bisa jadi ada data kurang lengkap," ucap Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama dalam acara webinar, Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Asep mengatakan, perbaikan data bisa dilakukan dengan harmonisasi data dari lapisan bawah seperti RT, RW dan kelurahan ke pusat. Sehingga bisa mengetahui selisih perbedaan yang ada di pusat dan lapisan bawah.

baca juga:

"Seluruh data yang dipasok dari daerah nanti dikompilasi oleh pemerintah pusat. Jadi harus ada kesamaan data antara desa dan kelurahan dengan data kami," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu terus berkoordinasi untuk memastikan validitas data keluarga penerima manfaat (KPM) dan perlunya pemeriksaan secara langsung di lapangan untuk memastikan kebenarannya.

"Hal ini juga penting untuk memastikan penerima bantuan ini tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan skema yang lain," ucapnya.

Seperti diketahui, Kemensos telah melakukan penambahan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi 20 juta dan penambahan jumlah manfaat menjadi Rp200 ribu per bulan. Peningkatan manfaat tersebut mulai berlaku April hingga Desember 2020 ini, pemerintah menganggarkan nominal sebanyak Rp43,6 triliun. []

terkait