Kisah Nabi Isa saat Melepaskan Pencuri yang Bersumpah Atas Nama Allah



By Hadi Mulyono

Ilustrasi kisah Nabi Isa

AKURAT.CO, Nabi Isa as adalah utusan Allah sebelum Nabi Muhammad yang wajib kita yakini kebenarannya. Ia merupakan sosok yang mewariskan banyak hal tentang kehidupan.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, Pada suatu ketika, Nabi Isa melihat seorang lelaki yang tengah mencuri. Kemudian, Nabi Isa bertanya pada lelaki tersebut, ‘Apakah engkau mencuri?’

Pencuri itu pun menjawab, ‘Demi Allah, Zat yang tidak ada Tuhan selain Dia, tidak!’

baca juga:

Nabi Isa kemudian berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan mendustakan kedua mataku. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis di atas menunjukkan betapa Nabi Isa as sangat beriman kepada Allah dan menyerahkan hukuman terhadap pencuri itu kepada-Nya.

Maksudnya, Nabi Isa yakin betul bahwa lelaki itu mencuri, tetapi karena lelaki itu bersumpah atas nama Allah, maka ia mengaku seolah-olah tidak melihatnya.

Apa yang dilakukan Nabi Isa di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa manusia bisa saja menghindari hukuman dari sesama manusia, tetapi tidak mungkin manusia bisa lari dari hukuman di hadapan Allah.

Syekh ‘Umar Sulaiman Al-Asyqor menjelaskan beberapa poin pelajaran dari kejadian tersebut, di antaranya:

1. Para nabi dan rasul bukanlah manusia yang bisa membedakan mana orang yang jujur atau berdusta. Maka dari itu, mereka tetap menyerahkan kebenarannya pada Allah semata.

2. Allah tidak memaksa utusannya untuk menjadi hakim, penghitung, pengadil, dan pembalas atas amal perbuatan manusia.

3. Nabi Isa memberi contoh bagaimana cara menjunjung tinggi (mengagungkan asma Allah).

4. Bisa menjadi pelajaran dalam persoalan fikih, yakni suatu hukum fikih dapat berjalan jika jelas zahirnya, sedangkan hakikat di baliknya tetap Allah yang berkuasa.

Itulah Nabi Isa as yang harus kita imani sebagai seorang pembawa kebenaran, yang menuntun manusia menjauh dari kesesatan.

Wallahu a'lam. []

terkait