Kenali dan Hindari Penyebab dari Sexless Marriage Ini

Berikut penyebab pasangan menjalani sexless marriage

By Annisa Fadhilah

Ilustrasi lelaki dan perempuan ragu untuk berhubungan badan.

AKURAT.CO, Dalam pernikahan, hubungan intim menjadi salah satu faktor penting dan tak boleh diabaikan. Kualitas dan kuantitas yang tepat dapat membuat ikatan pernikahan semakin dekat.

Pada awal pernikahan, frekuensi aktivitas seksual lainnya terasa lebih tinggi, dibandingkan seiring bertambahnya usia pernikahan.

Bahkan pada beberapa fase, pernikahan bisa terus berjalan dengan frekuensi hubungan intim yang sangat jarang atau tidak ada sama sekali. Kondisi ini dikenal dengan pernikahan tanpa seks alias sexless marriage.

baca juga:

Sexless marriage adalah hubungan pernikahan dimana pasangan yang terlibat di dalamnya jarang atau tidak pernah sama sekali berhubungan seks. Tidak ada patokan pasti mengenai jumlah seks setelah menikah yang masuk dalam kategori ini.

Meski begitu, beberapa ahli mengatakan bahwa pasangan yang hanya berhubungan badan kurang dari 1 kali sebulan atau 10 kali setahun, termasuk pasangan yang menjalani sexless marriage

Dilansir dari Marriage, sexless marriage bisa berdampak pada hubungan suami - istri, termasuk hubungan emosional satu sama lain, konflik dan ketidakpuasan dalam suatu hubungan. Tidak ada aktivitas seksual dalam pernikahan menyebabkan kecemasan dan frustrasi pada wanita maupun pria.

Terdapat berbagai macam faktor yang menjadi penyebab pasangan menjalani sexless marriage. Kondisi ini dapat dipicu oleh pengalaman buruk dimasa lalu hingga adanya masalah kesehatan tertentu. Berikut penyebab pasangan menjalani sexless marriage yang harus dihindari dan diatasi.

Masalah kesehatan

Masalah pada kesehatan fisik maupun mental dapat memengaruhi keinginan sseorang untuk melakukan hubungan seks. Kondisi fisik dan mental yang terganggu, bisa mengganggu proses peningkatan gairah seksual dalam diri kamu dan pasangan.

Stres

Stres tidak hanya merusak kesehatan, melainkan juga gairah seks kamu dengan pasangan. Kondisi ini bisa memengaruhi fisik dan psikologis yang membuat kamu dan pasangan tidak mempunyai energi atau keinginan untuk melakukan hubungan suami-istri.

Kamu bisa mengajak pasanganmu pergi berdua tanpa anak, agar kamu dan pasangam bisa menikmati waktu berdua seperti waktu pacaran untuk menghilangkan stres sehingga terhindar dari sexless marriage.

Masalah komunikasi

Konflik di dalam hubungan dapat membuat keintiman kamu dan pasangan menjadi berkurang. Sebab, masalah tersebut menyebabkan kamu dan pasangan tidak mau berbicara satu sama lain, apalagi melakukan aktivitas seksual.

Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi yang dialami oleh pria dapat membuat keinginan berhubungan seks berkurang atau hilang. Kondisi yang membuat penis tidak dapat ereksi secara maksimal ini seringkali memicu kecemasan, serta menurunkan kepercayaan diri maupun harga diri pria di depan wanita. 

Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan dokter apabila merasakan gejala disfungsi ereksi.

Efek pengobatan tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memberi pengaruh buruk terhadap keinginan kamu dan pasangan untuk melakukan hubungan seks.

Beberapa obat yang berpotensi memicu disfungsi seksual, antara lain antihistamin, antidepresan, dan obat tekanan darah tinggi.

Pengalaman buruk pada masa lalu

Pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu, misalnya pelecehan seksual dan kekerasan seksual, dapat memicu trauma. Kondisi tersebut dapat berdampak serius pada kehidupan seks seseorang bersama pasangan bahkan bisa membuat korban tidak mau melakukan hubungan intim seumur hidup. 

Pengalaman buruk yang dirasakan dirimu atau pasangamu ini harus segara ditangani oleh tenaga ahli kalau bisa sebelum pernikahan terjadi, agar kamu terhindar dari kondisi sexless marriage nantinya.[]

terkait