Kekerasan dalam Rumah Tangga Menurut Al-Qur'an

Al-Quran secara jelas menyebutkan kata "wadhribuhunna" yang artinya pukullah mereka (perempuan)

By Lufaefi

Alquran kitab suci umat Islam

AKURAT.CO, Jagat sosial media dihebohkan dengan dugaan adanya normalisasi kekerasan dalam rumah tangga yang disampaikan oleh artis tersohor Oki Setiana Dewi melalui ceramahnya. Berdasarkan informasi yang didapat AKURAT.CO, dalam sebuah video ceramahnya yang viral itu, Oki menceritakan kisah pasangan suami istri yang tinggal di Jeddah. Pasangan ini bertengkar dan sang suami memukul wajah istrinya hingga menangis.

Pada waktu yang sama, orang tua istri itu datang dan menanyakan keadaan sang putri. Akan tetapi, wanita itu menutupi apa yang dilakukan sang suami (memukulnya) dengan dalih bahwa ia menangis karena terlalu bahagia bertemu orang tuanya.

Netizen Indonesia menilai ceramah tokoh publik tersebut menormalisasikan KDRT. Kisah perempuan yang ditampar suaminya tidak melapor, bahkan kepada orang tuanya sendiri demi menutup aib suami, diduga Netizen, ceramahnya itu mengafirmasi kekerasan di dalam rumah tangga. 

baca juga:

Lalu, seperti apa respon Al-Qur'an terhadap kekerasan dalam rumah tangga? Perlukah sebenarnya seorang istri menuntut keadilan ketika diperlakukan secara kasar fisik oleh suaminya?

Allah berfirman dalam Surah An-Nisa 4/: 34:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوۡنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعۡضَهُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ وَّبِمَاۤ اَنۡفَقُوۡا مِنۡ اَمۡوَالِهِمۡ‌ ؕ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ‌ ؕ وَالّٰتِىۡ تَخَافُوۡنَ نُشُوۡزَهُنَّ فَعِظُوۡهُنَّ وَاهۡجُرُوۡهُنَّ فِى الۡمَضَاجِعِ وَاضۡرِبُوۡهُنَّ‌ ۚ فَاِنۡ اَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُوۡا عَلَيۡهِنَّ سَبِيۡلًا‌ ؕاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيۡرًا‏

Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.

Ayat ini membahas tentang wanita-wanita yang berpotensi melakukan nusyuz kepada suaminya. Jika setelah diberikan nasihat dan pisah ranjang masih saja melakukan perbuatan tersebut, maka kalau perlu pukullah mereka.

Dalam kaitannya dengan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), Tafsir Kenenterian Agama 2002 memberi penjelasan bahwa maksud 'memukul' pada ayat di atas adalah perintah yang tidak mutlak. Dalam tafsirannya, Kemenag menggunakan kalimat '(kalau perlu) pukullah mereka'. Ini sebagai bukti bahwa memukul bukan perintab mutlak, tetapi hanya ketika diperlukan saja.

terkait