Kejari Serang Kota Sebut Terima Surat Penetapan Tersangka Nikita Mirzani

Nikita Mirzani sempat ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang dilaporkan Dito Mahendra

By Nuzulul Karamah

Potret Nikita Mirzani bersama kekasih barunya

AKURAT.CO, Polemik penetapan tersangka Nikita Mirzani atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Dito Mahendra terus bergulir.

Sempat dibantah, namun Kejaksaan Negeri Serang menyatakan bahwa Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan surat penetapan tersangka kasus dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah diterima pada Senin (13/6) lalu.

"Kami dikirimkan surat penetapan tersangka terhadap yang bersangkutan," ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Kota Rezkinil Jusar saat dikonfirmasi, Rabu (22/6).

baca juga:

​Rezkinil Junar menyebut berkas penetapan tersangka diterima berbarengan dengan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Polresta Serang Kota.

"Tapi kalau dalam SPDP itu tidak dicantumkan tersangka, tapi sebagai terlapor," ​tuturnya.

​Sedangkan polisi sempat membantah mengenai penetapan tersangka terhadap Nikita Mirzani.

"Yang pertama, kami memonitor adanya dokumen beredar di media sosial tentang status Saudari NM sebagai tersangka. Maka kami menjawab bahwa Saudara NM belum kami tetapkan sebagai tersangka sesuai press conference yang kami lakukan hari Rabu, 15 Juni 2022 lalu," ​ujar ​Plt Wakapolresta AKBP Wahyu Imam​, Rabu (15/6).

Seperti diketahui, surat penetapan tersangka Nikita Mirzani sempat beredar luas. Namun Nikita Mirzani menganggap bahwa surat tersebut tidak sah.

"Nggak bisa, itu nggak sah. Itu nggak bisa. Kan Kabid Humas sendiri bilang sebagai saksi, tapi yang disebarin tersangka. Kalian sudah lihat kan yang saya di Polres Banten yang preskon sama bapak-bapak kepolisian dari sana, kan ada bapak Kabid Humas," ujar Nikita Mirzani saat ditemui di Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (18/6).

Fahmi Bachmid selaku kuasa hukum Nikita Mirzani juga mengungkapkan bahwa surat yang dikeluarkan oleh Polres Serang Kota itu tidak-lah sah.

Fahmi menyebut, dirinya dan Nikita hanya berpegang dengan surat yang menyebut Niki masih berstatus sebagai saksi.

"Itu menjadi kewenangan dari kepolisian yang ada di Polda Banten dan Polres Serang kota, dan berdasarkan informasi yang saya terima sudah dijelaskan bahwa status Niki itu adalah saksi. Itu adalah penjelasan kepolisian," tutur Fahmi.

"Jadi kami berpegang dari keterangan tersebut, yang menyatakan bahwa Nikita adalah sebagai saksi," pungkasnya.[]

terkait