Jelang Nataru BI Siapkan Rp193,9 Triliun, Uang Pecahan Besar Dominan



By Denny Iswanto

Seorang warga menunjukan uang pecahan kecil yang sudah ditukarkan di kendaraan Bank Indonesia di lapangan parkir IRTI Monas, Jakarta Pusat, Kamis (8/6). Penukaran uang yang digelar Bank Indonesia ini bekerja sama dengan 13 bank. Masyarakat yang akan melakukan penukaran harus membawa KTP asli dengan total nilai uang yang bisa ditukar maksimal Rp3,7 juta per orang. Rinciannya, pecahan Rp2.000 sebanyak 100 lembar, Rp5.000 sebanyak 100 lembar, Rp10 ribu sebanyak 100 lembar, dan Rp200 ribu sebanyak

AKURAT.CO, Bank Indonesia (BI) yelah menyiapkan uang tunai siap edar senilai Rp193,9 triliun pada periode Natal dan Tahun Baru sebagai bentuk pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kita siap dengan menyediakan uang pecahan kecil maupun besar Rp193,9 triliun, kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Enny Panggabean saat konferensi pers di Jakarta, Kamis malam (14/12).

Enny mengatakan komposisi uang beredar tersebut terdiri atas uang rupiah tahun emisi 2016 sebesar Rp125,8 triliun atau sekitar 65% dan uang rupiah selain tahun emisi 2016 sebesar Rp68,1 triliun atau sekitar 35%.

baca juga:

Jumlah ini akan bertambah dengan pengiriman uang hasil cetak sempurna dari Peruri yang mencapai Rp40,6 triliun sampai Desember 2017, imbuhnya.

Menurut dia, secara pecahan, outflow untuk Uang Pecahan Besar (UPB) atau Rp 20.000 ke atas mencapai kurang lebih 97,8% atau Rp 88 triliun. Sedangkan Uang Pecahan Kecil (UPK) atau Rp 10.000 ke bawah mencapai kurang lebih 2,2% atau sekitar Rp 2 triliun.

Hal ini berbeda dengan periode Ramadan dan Lebaran dimana preferensi masyarakat pada Natal dan Tahun Baru adalah UPB.

Mungkin agak berbeda dengan Lebaran, kalau ini kan dipakai buat makan, jalan-jalan, dan tidak butuh salam tempel. Jadi Rp 20.000 ke atas yang terbanyak atau mencapai 97,8%, kata dia.

Eni menjelaskan, rata-rata uang yang diedarkan (UYD) pada akhir tahun dalam 10 tahun terakhir meningkat sebesar 13% per tahun. Meski pun dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan UYD tersebut cenderung melambat.

Secara umum, UYD akhir tahun lebih rendah 3%-7% ‎dibandingkan UYD Lebaran.‎ UYD Lebaran 2017 mencapai Rp 719,5 triliun atau meningkat 12,07% dibandingkan Lebaran 2016 yang sebesar Rp 642 triliun.

Eni menjelaskan kebutuhan masyarakat untuk uang tunai akan dipenuhi oleh layanan kas untuk masyarakat yang tersebar di seluruh NKRI, termasuk di seluruh jaringan kantor BI dan Perbankan, yaitu 155 titik distribusi, 44 satuan kerja kas dan 111 kas titipan.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia mengambil langkah strategis dalam periode ini antara lain meningkatkan persediaan uang di seluruh satuan kerja kas dan melakukan pengaturan dan penjadwalan pengiriman uang mulai awal bulan November sampai akhir tahun, jelas Enny.

Kemudian, mengintensifkan kerjasama dengan penyedia jasa transportasi darat (kereta api), laut (kapal penumpang dan kapal barang) dan udara (pesawat) serta mengoptimalkan peran Kas Titipan untuk melakukan distribusi uang dan penukaran serta Kas Keliling.

Bank Indonesia juga memanfaatkan jaringan distribusi bank dan nonbank untuk menjangkau masyarakat di tingkat kecamatan dan desa melalui Program BI Jangkau, tambah Eni.

Selain itu, Bank Indonesia juga menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang.

Bank Indonesia juga meminta masyarakat mau menjaga dan merawat Rupiah dengan baik dan menghimbau sektor perbankan agar menjaga ketersediaan uang tunai di seluruh ATM serta memberikan layanan yang terbaik untuk penukaran uang dan transaksi tunai. []

terkait