Jangan Keburu Jengkel, Ini Trik Cerdas Hadapi Majikan Pemarah Ala Abu Nawas

Siapa yang menyangka jika dibalik kecerdasan Abu Nawas, ternyata ia pernah bekerja kepada seorang saudagar kaya di daerahnya.

By Akmad Fauzi

Ilustrasi Abu Nawas

AKURAT.CO Siapa yang menyangka jika dibalik kecerdasan Abu Nawas, ternyata ia pernah bekerja kepada seorang saudagar kaya di daerahnya. Namun pekerjaannya kali itu tidak berlangsung lama, sebab dirinya harus menemui beberapa kesulitan.

Hingga pada suatu waktu, sang majikan Abu Nawas merasa kecewa dengan cara kerja Abu Nawas. Hal itu disebabkan karena Abu Nawas begitu lamban dalam bekerja.

"Wahai Abu Nawas kemarilah. Memang engkau ini orang yang baik, tetapi kenapa lamban sekali. Engkau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan dengan waktu yang cepat. Saat engkau disuruh beli tiga butir telur, engkau tidak membelinya langsung sekaligus. Engkau malah pergi ke warung, kemudian kembali dengan hanya membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya. Sehingga untuk membeli tiga telur saja, engkau perlu pergi sampai tiga kali ke warung,".

baca juga:

"Mohon maaf, Pak, aku memang salah. Aku tidak akan mengerjakan hal serupa itu lagi. Ke depan, aku akan mengerjakan sekaligus supaya cepat beres dan tidak membuang-buang waktu," jawab Abu Nawas.

Satu minggu kemudian, sang majikan Abu Nawas jatuh sakit. Ia segera menyuruh Abu Nawas pergi memanggil dokter. 

Setelah itu, Abu Nawas pun kembali, ternyata Abu tidak hanya membawa dokternya saja, tetapi juga membawa bebarapa orang lain.  

“Mohon izin Tuan, dokter sudah datang dan yang lain-lain juga sudah datang,”.

"Yang lain-lain apa maksudmu? tanya majikannya terkaget. 

“Kan aku hanya meminta engkau untuk memanggil dokter saja,?” imbuhnya.

"Jadi begini, tuan, dokter biasanya menyuruh kita untuk meminum obat. Jadi aku ke sini sekalian membawa tukang obat. Nah, tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam, lalu aku  membawa orang yang berjualan bahan obat-obatan yang bermacam-macam juga. Aku juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin saja tuan tidak sembuh dan malah mati. Jadi sekalian aku bawa tukang gali kuburan ke sini, Tuan,” jelas Abu Nawas. []

terkait