Ini Pendapat Mantan Menkes Siti Fadilah Terkait Pencipta Covid-19

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari juga pernah menghadapi wabah flu burung pada 2004.

By Camelia Rosa

Mantan Menteri Kesehatan yang merupakan terpidana kasus suap alat kesehatan tahun 2005 Siti Fadilah Supari bergegas seusai menjalani sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) kasus pengadaan alat kesehatan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (31/5/2018). PK diajukan oleh Siti Fadilah setelah sebelumnya di pengadilan tingkat pertama, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum Siti dengan pidana penjara empat tahun, denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan dan membayar uang pengganti R

AKURAT.CO, Infeksi Covid-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, akhir Desember 2019. Virus itu kemudian menyebar dengan cepat ke berbagai negara  dan menyebabkan jutaan kematian. 

Di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo. 

Seiring berjalannya waktu, dengan berbagai kebijakan dan program vaksinasi, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai membaik. 

baca juga:

Adapun diketahui bahwa sebelum Covid-19, Indonesia pernah menghadapi beberapa wabah virus meski tidak sampai menjadi pandemi. Salah satunya adalah flu burung yang menyebar dari Vietnam pada 2004. 

Wabah flu burung terjadi pada 2004 saat Siti Fadilah Supari menjadi Menteri Kesehatan (Menkes) di era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Kala itu Siti secara blak-blakan mengkritik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dinilai terlalu membesar-besarkan kasus flu burung. Dia juga sempat menolak tawaran vaksin dari WHO. 

Lalu apakah Siti Fadilah juga berkomentar hal yang sama terkait pandemi Covid-19 ini?  Yuk simak pendapat mantan Menkes Siti Fadilah Supari dalam acara Akurat Talk berikut ini. 

Apa kabar? 

Saya baik-baik saja, sehat walafiat jasmani maupun rohani. Masih bisa mengikuti dinamik saksi politik di Indonesia maupun di luar negeri. Saya tentu di rumah saja dan menulis apa pun yang bisa saya tulis. 

Saya masih ikut aktif di dalam pendidikan yang sesuai dengan bidang saya, dan kemudian Youtuber. Ketika pandemi sekarang gencar-gencarnya, saya tidak bisa melihat atau mendengar sesuatu yang tidak on the track gitu. 

Saya mempunyai pengalaman yang sangat dahsyat di dalam pandemi flu burung, dan tentu saja, banyak perkataan-perkataan saya yang bisa saya sumbangkan untuk rakyat maka saya bikin Youtube. 

Saya bikin Youtube memang untuk pandemi waktu itu. Karena saya pikir keluar dari penjara, itu saya langsung bikin Youtube. Karena saya di dalam itu sudah, "Aduh, ini terjadi benaran." Dan yang terlibat di sana hampir sama dengan yang di flu burung. 

Saya berbakti pada rakyat. Saya cinta dengan rakyat Indonesia. Itu tidak ada umurnya, dan itu adalah ibadah yang sangat dekat dengan saya. 

Saat Covid-19 ini pertama kali merebak tentu sebenarnya sangat diperlukan suara dari ibu

Tapi tidak ada yang bertanya sih. Saya melihat dari jauh saja, "Aduk Kok begini, kok begini." Tapi pemerintah tidak bertanya pada saya, ya saya paling bisa hanya lewat Youtube. 

Seperti apa perjalanan virus itu dari zaman ibu hingga bisa sampai sekarang SARS-CoV-2?

Itu agak sulit ya. Tapi saya kira fenomena politik yang ada di dalam pandemik itu masih tetap sama, di mana WHO dan Big Pharma dalam satu jajaran yang bareng. Ini yang membuat saya tidak nyaman. 

Maksud saya, "Aduh, kok sama persis dengan ketika flu burung." Bukan virusnya ya, virusnya itu tergantung. 

Kalau ini (Covid-19) dibandingkan flu burung, ya jauh banget. Flu burung itu bisa, case fatality bisa mencapai 80 persen hingga 90 persen. Jadi, kalau ada 100 orang kena kira-kira 80 persen atau 90 persennya itu meninggal.  Kalau Covid-19 ini hanya tiga persen.

Kenapa ada kesan virus Covid-19, mematikan dan menyeramkan?

Tidak, saya tidak terkesan begitu. Tapi memang ada operasi untuk menakut-nakuti orang di seluruh dunia. Di flu burung tidak ada itu. Dulu tidak ada yang menakutnakutin, kalau ini ada. 

Itu sudah terbukti secara empiris ya. Di seluruh dunia, memang ditakuttakutin dengan berita-berita  yang aneh-aneh dari WHO, dari mana. Pokoknya, semua harus takut karena kalau tidak takut, vaksinnya tidak laku. 

Soal virus Covid-19 ini, siapa yang bertanggung jawab menurut Anda?  

Setiap pandemi pasti negara dong yang harus menghadapi, dan mengatur bagaimana kita menghadapi pandemi. 

Menurut Anda, asal Covid-19 dari mana, sebab isunya dari Wuhan?

Negaranya Amerika dan negara RRC menjadi korban dari pencipta Covid ini. Pencipta Covid bukan Amerika, bukan negara Amerika, bukan negara RRC tapi non state actor. Jadi bukan negara. Yang pasti Amerika juga denial.

Laboratorium itu kan juga milik Amerika di Wuhan itu. Dalam pengadilan dicurigai siapa yang membiayai, dan ternyata juga orang Amerika bukan negara Amerika.

Yang lucu, WHO seharusnya menyebut bahwa itu pandemik, itu dia harus mengetahui persis virus pertama yang dari binatang ke manusia. Tapi ternyata dia tidak tahu persis. wong masih diberantamin antara RRC dan Amerika. 

Tapi tidak ada satu pun yang berani ya. Kalau saya dulu berani untuk melawan atau memprotes kepada WHO. 

Jadi, walaupun virusnya berasal dari Tiongkok ataupun mungkin US, tapi Amerika Serikat dan Tiongkok pun jadi korban dengan banyaknya korban. Terlebih lagi Indonesia, ya Bu.

Kecil banget, cuman ditakut-takuti saja, Indonesia dibandingkan dengan mereka, sangat kecil.[]

terkait